Nathaniel Alexander Akbar, Debut Manis di Liga Soeratin U-15 Bersama PSF Academy

Intimate.co.id|JAKARTA — Debut Nathaniel Alexander Akbar bersama PSF Academy di Liga Soeratin U-15 DKI Jakarta Piala Gubernur 2026 langsung berbuah manis. Remaja 14 tahun itu ikut menyumbang gol ketika PSF Academy menghadapi Real Jakarta pada Pekan ke-9 di Lapangan Sintetis 2 Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026).

Nathaniel memakai kustum no 2 dengan mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-35. Gol tersebut menjadi penanda penting bagi pemain yang baru didaftarkan PSF Academy pada putaran kedua kompetisi.

Bagi Nathaniel, sepak bola bukan sekadar hobi. Ketertarikannya terhadap permainan si kulit bundar tumbuh sejak usia dini dan perlahan berubah menjadi tekad untuk menekuninya secara serius.

“Saya memang suka sepak bola sejak kecil,” ujar Nathaniel seusai pertandingan melawawan Real Jakarta,di lapangan PSF Pancoran,Minggu(4/10)

Sebelum resmi masuk dalam daftar pemain PSF Academy pada putaran kedua, Nathaniel sebenarnya sudah rutin berlatih bersama tim di Pancoran. Kesempatan tampil di Liga Soeratin U-15 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi secara penuh.

Berposisi sebagai striker, Nathaniel dipercaya menjadi salah satu opsi di lini depan PSF Academy. Posturnya yang mencapai 178 sentimeter menjadi salah satu modal untuk bertarung di area pertahanan lawan.

Debutnya pun tidak sekadar menjadi pengalaman. Nathaniel langsung memberikan kontribusi melalui gol.

Terinspirasi Haaland dan Struick

Untuk urusan idola, Nathaniel punya dua nama yang menjadi inspirasinya di lini depan: Erling Haaland dan Rafael Struick.

Haaland, mesin gol Manchester City asal Norwegia, menjadi pemain yang ia kagumi. Sementara di level Indonesia, Nathaniel menyebut nama Rafael Struick yang kini memperkuat Dewa United.

Menurut Nathaniel, keduanya merupakan pemain hebat.

Kekaguman itu coba diterjemahkan dalam kesehariannya. Ia berusaha tidak melewatkan sesi latihan bersama PSF Academy. Jika jadwal latihan berbenturan dengan sekolah, pemain kelahiran Jakarta tersebut memilih menggantinya dengan latihan mandiri bersama sang ayah.

Bagi Nathaniel, peningkatan kemampuan tidak bisa dicapai secara instan.

Latihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upayanya mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Sekolah Tetap Prioritas

Di luar lapangan, Nathaniel merupakan pelajar kelas 9 SMP HighScope di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Ia harus membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas sepak bola.

Keseimbangan itu menjadi tantangan tersendiri. Namun, Nathaniel berusaha menjalankan keduanya dengan disiplin.

Ia juga menyadari bahwa perjalanan menuju sepak bola profesional masih panjang. Karena itu, selain meningkatkan kemampuan teknik, ia memilih mengikuti arahan serta evaluasi dari para pelatih PSF Academy.

“Saya ingin terus berkembang dan menjadi pemain profesional,” kata blasteran Inggris ayah dan ibu Surabaya ini dengan semangat

Keinginan itu menjadi bahan bakar bagi Nathaniel untuk terus berlatih.

Gol ke gawang Real Jakarta pada menit ke-35 mungkin baru satu langkah kecil. Namun bagi seorang pemain muda yang baru menjalani debut di kompetisi resmi, gol tersebut bisa menjadi awal dari perjalanan panjang.

Nathaniel masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Kompetisi usia muda menjadi tempat baginya mengasah teknik, membaca permainan, membangun mental bertanding, sekaligus belajar menghadapi tekanan.

Jika konsistensi latihan dan proses pembinaan terus dijaga, bukan tidak mungkin nama Nathaniel Alexander Akbar kelak semakin sering terdengar di panggung sepak bola Indonesia.

Untuk saat ini, ia memilih jalan sederhana: berlatih, bertanding, belajar, lalu kembali berlatih.[]Foto : Prass

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan