BTC Tekuk Bintang Ragunan 2-0, Komunikasi Jadi Sorotan Pelatih Bintang Ragunan Teuku Chairul

Intimate.co.id|JAKARTA – BTC meraih kemenangan 2-0 atas Bintang Ragunan dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 di Lapangan Sintetis PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026). Dua gol BTC dicetak pada awal dan penghujung pertandingan.

Bertanding di Lapangan Sintetis 2 mulai pukul 10.10 WIB, BTC langsung menekan pertahanan Bintang Ragunan. Laga yang berlangsung dalam format 2 x 35 menit itu baru berjalan empat menit ketika kapten BTC, Ibnu Fahri Alhafizh, berhasil membobol gawang Bintang Ragunan yang dijaga Muhammad Ahyan Zaki.

Bintang Ragunan berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi solidnya permainan BTC membuat mereka kesulitan menciptakan gol balasan. Gol kedua BTC akhirnya lahir pada menit ke-69 melalui Galih Febrian.

Ketegangan pertandingan juga terlihat ketika wasit Ujang Sumantri memberikan kartu kuning kepada kapten Bintang Ragunan, Riziq Tafarel, pada menit ke-68.

Pelatih Bintang Ragunan Evaluasi Komunikasi

Pelatih Bintang Ragunan, Teuku Chairul Wisal, menilai lawan tampil lebih rapi dan unggul dalam sejumlah duel. Meski demikian, ia melihat dua gol yang bersarang di gawang timnya lebih banyak dipengaruhi persoalan komunikasi daripada skema permainan lawan yang sulit diantisipasi.

Menurut Teuku, koordinasi antarpemain, terutama di lini pertahanan dan saat menghadapi situasi bola mati, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

“Masalah komunikasi menjadi sangat penting untuk anak-anak muda ini belajar dari pengalaman,” ujarnya seusai pertandingan.

Ia mencontohkan pentingnya komunikasi antara penjaga gawang dan pemain bertahan. Kiper harus mampu mengatur rekan-rekannya di area penalti, sementara pemain lain perlu memahami serta menjalankan instruksi tersebut dengan baik.

Teuku juga menyoroti disiplin pemain dalam mengikuti arahan pelatih. Sejumlah kesalahan mendasar, menurut dia, dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain dan membuat organisasi permainan yang semula rapi menjadi kurang solid.

Meski kalah, ia tetap mengapresiasi semangat juang anak asuhnya. Bagi Teuku, keikutsertaan Bintang Ragunan dalam kompetisi ini bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan memberikan ruang bagi para pemain muda untuk berkembang.

“Kita ingin mereka berproses dengan baik di sini. Kita tidak bilang harus menang. Kalau menang, ya alhamdulillah. Yang penting mereka menjadi bagian dari proses dan belajar dari pertandingan,” tuturnya.

Teuku berharap pengalaman menghadapi BTC menjadi bekal bagi para pemain untuk memperbaiki komunikasi, kedisiplinan, dan kemampuan menjalankan instruksi di pertandingan berikutnya.

BTC Belum Puas, Transisi dan Finishing Jadi Evaluasi

Di kubu BTC, kemenangan dua gol tanpa balas disambut positif. Pelatih BTC menilai anak asuhnya sudah mampu menerapkan sejumlah materi latihan ke dalam pertandingan.

Namun, ia menegaskan kemenangan tersebut tidak boleh membuat para pemain cepat berpuas diri. Menurutnya, transisi antarlini ketika menyerang maupun bertahan masih perlu diperbaiki.

Selain itu, penyelesaian akhir menjadi perhatian khusus. BTC mampu membangun sejumlah peluang, tetapi belum semuanya dapat dikonversi menjadi gol.

“Permainan cukup bagus, tetapi transisi masih harus dievaluasi. Kesempatan yang kami ciptakan juga belum semuanya bisa dimaksimalkan,” kata pelatih BTC.

Ia berharap para pemain terus meningkatkan intensitas latihan, memperbaiki koordinasi antarlini, dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang pada pertandingan selanjutnya.

Batavia FC Masih Memimpin Grup Putih

Hasil pertandingan ini menjadi tambahan penting bagi BTC dalam persaingan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Sementara itu, di klasemen Grup Putih, Batavia FC masih bertengger di posisi teratas dengan koleksi 24 poin.

Bintang Ragunan berada di peringkat kedelapan dengan lima poin. Posisi tersebut menjadi tantangan bagi tim untuk segera berbenah dan mengumpulkan poin pada laga-laga berikutnya.

Kompetisi ini bukan hanya menjadi ajang perebutan posisi klasemen, tetapi juga ruang pembinaan bagi pemain muda Jakarta untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, serta belajar menghadapi tekanan dalam pertandingan kompetitif.[]Foto : Prass

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan