Intimate.co,id | JAKARTA — Penguatan manajemen talenta menjadi salah satu langkah Kementerian Kehutanan untuk memastikan pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) semakin objektif dan selaras dengan kebutuhan organisasi. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan kementerian dalam menjalankan mandatnya.
“Masa depan Kementerian Kehutanan ada pada sumber daya manusianya. Sistem merit ini harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh,” kata Raja Juli dalam Ekspose Kesiapan Penerapan Manajemen Talenta Kementerian Kehutanan di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Raja Juli menyampaikan apresiasi atas pendampingan BKN dalam mempersiapkan penerapan manajemen talenta di lingkungan Kementerian Kehutanan. Menurut dia, pendekatan tersebut dibutuhkan agar pengelolaan ASN tidak sekadar berorientasi pada administrasi, tetapi mampu memetakan kualitas dan potensi pegawai secara lebih terukur.
Ia menilai manajemen talenta dapat menjadi instrumen penting dalam memastikan pengisian maupun rotasi jabatan dilakukan berdasarkan kualitas, kapasitas, kredibilitas, dan moralitas. Dengan demikian, keputusan terkait pengelolaan ASN dapat lebih dekat dengan prinsip meritokrasi dan kebutuhan organisasi.
Pendampingan BKN dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemetaan talenta, penilaian kompetensi dan potensi, pengembangan talenta, hingga pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
Bagi Kementerian Kehutanan, sistem tersebut dinilai relevan karena karakteristik organisasinya memiliki ASN yang tersebar di berbagai wilayah dengan latar belakang pengalaman dan kompetensi yang beragam.

Melalui ekosistem manajemen talenta yang dikembangkan BKN, profil dan portofolio ASN dapat terdokumentasi secara digital sehingga lebih mudah diakses dan dipertimbangkan pimpinan dalam menentukan kebutuhan organisasi.
“Dengan sistem Manajemen Talenta ini, saya melihat portofolio mereka dapat tampil secara digital, dan kemudahan uji kompetensi serta ekosistem Manajemen Talenta yang dibangun oleh BKN sangat membantu kami,” ujar Raja Juli.
Kesiapan penerapan manajemen talenta di Kementerian Kehutanan antara lain ditunjukkan melalui pemetaan talenta pada jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, administrator, serta Jabatan Fungsional Ahli Madya.
Akselerasi juga dilakukan melalui pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Talenta ASN (SIMATA) BKN, pengembangan Sistem Informasi Penilaian Perilaku 360 Derajat, serta penilaian kompetensi dan potensi melalui metode ProASN dan CACT BKN.
Hingga tahap tersebut, sebanyak 6.228 pegawai telah mengikuti penilaian kompetensi dan memenuhi syarat jabatan pengawas.
Bagi Raja Juli, penguatan sistem merit dan manajemen talenta bukan semata tentang menempatkan seseorang pada sebuah jabatan. Lebih jauh, sistem tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap posisi diisi oleh ASN yang memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.
Dengan dukungan BKN, Kementerian Kehutanan optimistis penerapan manajemen talenta dapat semakin memperkuat tata kelola ASN sekaligus membangun organisasi yang bertumpu pada kompetensi, kinerja, dan kebutuhan strategis kementerian.
Jurnalis: Kelana Peterson Kontributor Intimate.co.id












