Intimate.co.id|JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memperkuat sinergi dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebudayaan melalui media penyiaran publik. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan konten budaya, pelestarian arsip audiovisual, hingga produksi film bertema kepahlawanan.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Fadli Zon dengan Direktur Utama TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Pada kesempatan itu, Fadli Zon menyampaikan selamat atas pelantikan Fiki sebagai Direktur Utama TVRI. Ia berharap kepemimpinan baru TVRI mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menyebarluaskan berbagai program pemajuan kebudayaan.
Menurut Fadli, jaringan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang dimiliki Kementerian Kebudayaan di berbagai daerah dapat disinergikan dengan jaringan stasiun TVRI yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Potensi ini perlu disinergikan agar program-program pemajuan kebudayaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.
Fadli menilai TVRI memiliki posisi strategis sebagai lembaga penyiaran publik untuk menghadirkan berbagai program budaya kepada masyarakat. Berbagai agenda Kementerian Kebudayaan, mulai dari festival seni budaya, festival musik tradisi, hingga Anugerah Musik Indonesia (AMI), dinilai dapat memperkaya konten siaran TVRI.
Selain pengembangan program siaran, kedua pihak juga membahas pemanfaatan arsip audiovisual TVRI sebagai bagian dari pengembangan Museum Film Indonesia di Kota Tua Jakarta, Museum Fotografi di Semarang, serta Museum Musik di Bandung. Arsip film, musik, foto, dan dokumentasi sejarah milik TVRI dinilai menjadi aset penting dalam memperkuat narasi sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Kementerian Kebudayaan juga mengusulkan kerja sama produksi film panjang, film pendek, dan film dokumenter bertema kepahlawanan sesuai arahan Presiden. Program tersebut akan memanfaatkan arsip rekaman sejarah, khususnya periode 1945–1950, dengan melibatkan TVRI serta sejumlah stasiun televisi nasional.
Tak hanya itu, kedua pihak juga menjajaki pengembangan program talkshow, dokumenter, dan konten edukasi kebudayaan yang dapat ditayangkan secara rutin di TVRI. Salah satu gagasan yang dibahas ialah proyek aransemen ulang lagu-lagu kebangsaan bersama penyanyi muda Indonesia yang akan ditayangkan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
Direktur Utama TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari menyambut positif berbagai rencana kerja sama tersebut. Ia mengatakan TVRI memiliki 16 Creative Hub yang dapat dioptimalkan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, serta tiga kanal utama, yakni TVRI Nasional, TVRI World, dan TVRI Sport, untuk mendukung penyiaran hasil kolaborasi.
Fiki juga mengungkapkan rencana pengembangan Museum TVRI yang akan mendokumentasikan sejarah televisi Indonesia melalui koleksi foto, arsip, dan peralatan penyiaran bersejarah. Gagasan itu mendapat dukungan dari Menteri Kebudayaan yang menilai museum tersebut akan menjadi bagian penting dalam pelestarian sejarah penyiaran nasional.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan TVRI dalam membangun ekosistem perfilman, musik, seni pertunjukan, seni rupa, sastra, serta berbagai ekspresi budaya lainnya. Kedua pihak berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya dan karya kreatif Indonesia.|Foto :Vidhy Fellizano Sfinoza
Penulis : DaBon|Editot : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















