banner 728x250

Helvi Eriyanti Abadikan Perjalanan Billkiss dalam Buku Cerita #1 — Dari Nol Sampai Bunyi

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Setelah bertahun-tahun membangun perjalanan bersama Billkiss, bassist sekaligus songwriter Helvi Eriyanti membawa kisah bandnya ke dunia literasi melalui buku BILLKISS: Cerita #1 Dari Nol Sampai Bunyi.

Diterbitkan H.Y.D.R.A., buku setebal 102 halaman tersebut mulai memasuki masa pre-order pada 10 Agustus 2026 dengan harga Rp70.000.

banner 325x300

Buku ini merekam perjalanan Billkiss sejak awal berdiri dengan nama Bilqis, pergantian personel, berbagai tantangan dalam proses produksi musik, masa pandemi, kehilangan, hingga lahirnya album pertama mereka, Cerita #1.

“Awalnya aku menulis buku ini untuk dokumentasi perjalanan Billkiss. Setelah bukunya selesai, aku baru sadar ternyata perjalanan Billkiss sudah sejauh ini dan banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa dipetik, tidak hanya untuk aku, tapi bagi siapa pun yang membaca buku ini,” ujar Helvi.

Bukan Sekadar Cerita Band

Bagi Helvi, judul Dari Nol Sampai Bunyi menggambarkan perjalanan Billkiss dari masa ketika mereka belum memiliki karya hingga akhirnya mampu melahirkan sebuah album.

“Dari nol sampai bunyi benar-benar Billkiss yang awalnya belum punya karya, sampai bisa punya album,” katanya.

Buku tersebut tidak hanya bercerita tentang musik dan panggung. Helvi juga mengangkat berbagai hal yang terjadi di balik perjalanan sebuah band, mulai dari latihan, perdebatan, keterbatasan, pergantian personel, kehilangan, rasa lelah, keraguan, hingga keputusan untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Penerbit H.Y.D.R.A. menilai sisi tersebut menjadi salah satu kekuatan buku.

“BILLKISS: Cerita #1 enggak hanya berbicara soal musik, panggung, lagu, ataupun pencapaian sebuah band saja. Buku ini justru mengajak pembaca buat melihat apa yang terjadi di balik layar,” ujar pihak H.Y.D.R.A.

Karena itu, buku ini tidak hanya diperuntukkan bagi penggemar Billkiss atau musisi. Kisah di dalamnya juga menyasar masyarakat yang tengah membangun sesuatu, mengejar mimpi, berkarya, atau berada dalam fase ketika usaha yang dilakukan belum menunjukkan hasil.

Dari Kehilangan Personel hingga Panggung Jakarta Fair

Salah satu bagian emosional dalam buku tersebut adalah ketika Billkiss menghadapi perubahan personel.

Pada 2025, gitaris Billkiss, Qpot, memutuskan mengundurkan diri hanya beberapa hari sebelum band itu tampil di panggung utama Jakarta Fair 2025.

Bagi Helvi, perubahan personel merupakan bagian dari perjalanan sebuah kelompok musik.

“People come and go itu wajar, dan enggak apa-apa banget, selama kita tetap bisa fokus sama tujuan awal,” tuturnya.

Setelah melanjutkan perjalanan hanya bersama Maulin, Helvi justru merasakan proses Billkiss menjadi lebih ringan.

“Aku ingat tujuan awalku, aku ingin Billkiss punya album. Jujur, ternyata setelah jalan hanya berdua, jalan Billkiss malah makin ringan,” ungkapnya.

Perjalanan itu kemudian membawa Billkiss menyelesaikan album pertama Cerita #1, yang menjadi salah satu pencapaian penting bagi band tersebut.

Memperluas Medium Berkarya

Penerbitan buku juga menjadi langkah baru bagi Helvi untuk memperluas medium berkarya.

Selama ini aktif sebagai musisi, bassist, dan songwriter, Helvi kini mencoba menjadikan tulisan sebagai medium lain untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan dampak kepada pembaca.

“Aku ingin berkontribusi di dunia literasi. Selama ini aku berkarya lewat musik dan menulis lagu. Sekarang aku mencoba menyampaikan cerita melalui buku. Aku ingin karya yang aku buat tidak hanya didengar, tetapi juga dibaca dan bisa memberikan sesuatu untuk orang lain,” tutur Helvi.

Menurut dia, musik dan literasi memiliki kesamaan sebagai medium untuk menyampaikan cerita dan memberikan pengaruh kepada orang lain.

Karena itu, BILLKISS: Cerita #1 diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi perjalanan sebuah band, tetapi menjadi langkah awal Helvi untuk terus berkarya di dunia literasi.

Setiap Orang Punya “Billkiss”-nya Masing-Masing

Helvi berharap pembaca dapat menemukan bagian dari perjalanan mereka sendiri melalui buku tersebut.

“Jatuh boleh, tapi abis itu bangkit lagi, jalan lagi, nulis lagu lagi, rilis lagi,” ujarnya.

Ia ingin buku ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang dalam mengejar mimpi bukan berarti perjuangan yang dilakukan sia-sia.

“Kalau kamu terus berjalan, kamu akan sampai ke tujuan kamu. Buktinya ini, kamu sampai kan? Kamu bunyi kan? Keren,” kata Helvi.

Sementara itu, H.Y.D.R.A. berharap pembaca dapat melihat Billkiss lebih jauh dari apa yang tampak di atas panggung.

Ada banyak proses di balik sebuah lagu yang mungkin tidak pernah diketahui pendengar, mulai dari latihan, kegagalan, kehilangan, rasa lelah, keputusan sulit, hingga keberanian untuk memulai kembali.

BILLKISS: Cerita #1 menjadi catatan pertama dari perjalanan Billkiss yang hingga kini masih berlangsung.

Setelah Cerita #1, Helvi dan Billkiss telah menyiapkan sejumlah langkah berikutnya, termasuk album kedua, buku kedua, serta berbagai karya baru.

Sebab, bagi mereka, perjalanan belum selesai.

Billkiss masih terus bunyi.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan