banner 728x250

Indonesia-Iran Perkuat Kerja Sama Budaya, dari Film hingga Warisan Budaya Takbenda

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|BHOPAL — Indonesia dan Iran sepakat memperkuat kerja sama kebudayaan melalui sejumlah program, mulai dari pertukaran budaya, perfilman, sastra, hingga pelindungan warisan budaya takbenda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dengan Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran Mohsen Javadi di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8/2026).

banner 325x300

Pertemuan digelar di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting. Kedua pihak membahas pembaruan kerja sama kebudayaan Indonesia-Iran yang selama ini telah memiliki akar sejarah panjang.

Hubungan kedua negara telah berlangsung selama berabad-abad melalui perdagangan, pertukaran keilmuan, sastra, filsafat, hingga perkembangan peradaban Islam.

Fadli menilai hubungan historis tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja sama yang lebih konkret dan relevan, khususnya bagi generasi muda.

“Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang telah terjalin lama, khususnya di bidang kebudayaan. Kita perlu memperbarui dan memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama yang semakin konkret,” ujar Fadli.

Perbarui Program Pertukaran Budaya

Salah satu pembahasan utama ialah Program Pertukaran Budaya Indonesia-Iran 2023-2026 yang akan segera berakhir.

Kedua negara sepakat menjadikan berakhirnya program tersebut sebagai momentum untuk menyusun kerangka kerja sama baru dengan cakupan yang lebih luas.

Kerja sama yang akan dijajaki meliputi warisan budaya, museum, sastra dan penerjemahan, perfilman, industri kreatif, pendidikan, serta pertukaran antarlembaga dan pelaku kebudayaan.

Indonesia menyatakan kesiapan untuk menyusun kerangka kerja sama berikutnya bersama Pemerintah Iran.

Bidang perfilman menjadi salah satu prioritas. Fadli mendorong produksi bersama serta pertukaran antarsineas agar karya film dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya kedua negara kepada masyarakat luas.

Ia juga menyinggung film Iran Children of Heaven yang pernah diadaptasi di Indonesia sebagai salah satu contoh keterhubungan kreatif antara kedua negara.

“Kerja sama perfilman menjadi salah satu bidang yang dapat kita prioritaskan. Ke depan, kita dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang produksi bersama antara sineas kedua negara,” kata Fadli.

Dari Sastra hingga UNESCO

Di bidang sastra dan penerbitan, Iran mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Tehran International Book Fair.

Iran juga menawarkan program penerjemahan karya sastra Persia dan karya internasional ke dalam bahasa Persia. Tawaran tersebut disambut baik Indonesia yang tertarik menjajaki partisipasi pada penyelenggaraan mendatang.

Kedua pihak juga mendorong pertukaran kegiatan kebudayaan dan penyelenggaraan pekan budaya. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya.

Kerja sama dalam kerangka UNESCO, terutama terkait pelindungan Warisan Budaya Takbenda, turut menjadi perhatian.

Fadli mengapresiasi kontribusi Iran dalam kerja UNESCO dan mendorong kolaborasi yang lebih erat setelah Indonesia terpilih sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026-2030.

Indonesia juga kembali menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam penghargaan multinasional Tradisi Buka Puasa serta menjajaki peluang pengajuan penghargaan multinasional lainnya.

Dorong Peran Generasi Muda

Mohsen Javadi menyambut baik rencana pembaruan kerja sama kebudayaan kedua negara.

Menurut dia, berakhirnya Program Pertukaran Budaya 2023-2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas berbagai kegiatan kebudayaan Indonesia-Iran.

Ia menilai Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan serta hubungan budaya yang kuat. Hubungan tersebut, kata dia, perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui film, sastra, musik, pendidikan, dan wisata budaya.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan diplomatik, tetapi diterjemahkan menjadi berbagai program konkret yang dapat mempertemukan masyarakat kedua negara.

Dengan demikian, kebudayaan dapat menjadi jembatan yang semakin kuat dalam mempererat hubungan Indonesia dan Iran.|Foto : Kemenbud RI.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan