banner 728x250

Isman Jasulmei Tutup Usia, Sepakbola Indonesia Kehilangan Sosok Guru dan Sahabat

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia sepakbola Indonesia. Mantan pemain Timnas Indonesia yang kemudian menekuni dunia kepelatihan dan pengamat sepakbola, Isman Jasulmei, meninggal dunia pada Selasa (29/9/2026) pagi.

Isman Jasulmei atau akrab disapa IJ mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.52 WIB di Rumah Sakit Jakarta Heart Centre, Matraman, Jakarta.

banner 325x300

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kepergian IJ terjadi hanya beberapa jam setelah dirinya mengalami gangguan kesehatan saat tampil sebagai pengamat sepakbola dalam program Kabar Petang tvOne, Senin (28/9), menjelang laga Timnas Indonesia vs Malaysia.

IJ datang ke studio tvOne di Pulogadung dalam kondisi sehat. Bahkan, menurut sahabatnya, IJ masih banyak bercanda sepanjang perjalanan bersama sopir yang menjemputnya.

Kondisi tersebut juga terlihat normal ketika acara dimulai.

Namun, di tengah acara, IJ tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Pandangannya terlihat nanar, sementara wajah dan bibirnya tampak agak miring.

IJ kemudian dipapah untuk beristirahat.

Dokter kantor yang memeriksanya meminta IJ segera dibawa ke rumah sakit. Namun, IJ sempat berusaha menenangkan orang-orang di sekitarnya.

“Nggak usah ke rumah sakit, aku nggak apa-apa, Koh,” ujar IJ.

Tetapi kondisi suaranya sudah melemah. Ia juga beberapa kali menguap.

IJ akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Antam di Jalan Pemuda, Rawamangun.

Di ruang UGD, IJ masih dalam kondisi sadar. Matanya terbuka dan tubuhnya terlihat lemah. Di tengah kondisi tersebut, IJ terus berzikir dan menyebut nama Allah.

Salah satu sahabatnya berada di samping IJ dan menyaksikan langsung kondisi tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, tekanan darah IJ mulai naik dan kondisinya sempat terlihat membaik.

Dokter kemudian terus melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab gangguan kesehatan yang dialami IJ.

Hingga tengah malam, diketahui IJ mengalami serangan jantung.

Karena membutuhkan fasilitas penanganan lebih lanjut, IJ kemudian dipindahkan pada Selasa dini hari ke Rumah Sakit Jakarta Heart Centre di Matraman.

Namun setelah mendapat perawatan, kondisi IJ tidak tertolong.

Sekitar 15 jam setelah mengalami gangguan kesehatan, IJ meninggal dunia.

Dari Anak Gawang hingga Timnas Indonesia

Isman Jasulmei dikenal sebagai sosok yang hampir sepanjang hidupnya mengabdikan diri kepada sepakbola.

Perjalanannya dimulai dari bawah. IJ pernah menjadi anak gawang MBFA di Lapangan Banteng.

Bakatnya kemudian berkembang hingga membawanya masuk ke Timnas Indonesia. Ia memperkuat Garuda dan tampil dalam sejumlah turnamen internasional.

IJ juga pernah memperkuat Arseto yang berkompetisi di Galatama.

Setelah pensiun sebagai pemain, IJ melanjutkan karier di dunia kepelatihan.

Ia pernah menjadi bagian dari tim kepelatihan Persija Jakarta ketika Macan Kemayoran meraih gelar juara Indonesia pada 2001.

Setelah itu, IJ melatih sejumlah klub.

Namun, dalam perjalanan berikutnya, IJ lebih banyak mencurahkan perhatian pada pembinaan pemain muda.

Ia bahkan pernah mengatakan kepada sahabatnya bahwa melatih anak-anak jauh lebih menyenangkan dibanding harus berhadapan dengan berbagai persoalan di sepakbola profesional.

“Melatih anak-anak lebih mengasyikkan, terbebas dari intrik sepakbola yang membuat kepala pusing dan badan kurus,” ujar IJ.

IJ juga dikenal mengagumi metode kepelatihan pelatih asal Belanda, Wiel Coerver. Ilmu tersebut kemudian ia pelajari dan terapkan dalam pembinaan pemain usia dini.

Aktif Jadi Pengamat Sepakbola

Dalam beberapa waktu terakhir, IJ juga aktif sebagai pengamat dan komentator sepakbola di sejumlah media.

Menariknya, IJ sempat enggan tampil di depan kamera.

Sahabatnya terus mendorong IJ agar mau tampil sebagai pengamat karena menilai analisisnya tajam dan memiliki wawasan sepakbola yang kuat.

IJ akhirnya mulai rutin tampil di berbagai media.

Senin (28/9) sore menjadi penampilan terakhirnya di layar kaca.

Saat itu IJ hadir sebagai pengamat di program Kabar Petang tvOne untuk membahas pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia.

Tidak ada yang menyangka, beberapa jam kemudian IJ harus menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia.

Masih Main Bola di Usia Lanjut

Kecintaan IJ terhadap sepakbola tidak berhenti setelah pensiun sebagai pemain maupun pelatih.

Di usia lanjut, ia masih aktif bermain sepakbola bersama sejumlah klub komunitas dan tim all star.

IJ dikenal mudah bergaul dan memiliki banyak kawan dari berbagai kelompok sepakbola.

Kabar kepergiannya pun langsung menyebar di kalangan insan sepakbola Jabodetabek.

Sejumlah sahabat dan komunitas sepakbola mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Bagi mereka, IJ bukan hanya mantan pemain Timnas Indonesia atau pelatih.

Ia adalah teman, guru dan sosok yang banyak meninggalkan ilmu kepada pemain-pemain muda.

Kini IJ telah pergi.

Namun, jejaknya tetap tertinggal di lapangan sepakbola, di antara anak-anak yang pernah dilatihnya, para pemain yang pernah menerima ilmunya, serta sahabat-sahabat yang pernah berbagi cerita dengannya.

Selamat jalan, IJ.

Isman Jasulmei bin Januar Sultan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebaikan almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.|Foto : Istimewa.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan