banner 728x250

Siti Si Vampir, Drama Anak Muda Melawan Impitan Ekonomi dengan Gigitan Vampir

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Bagaimana jika hidup yang serba kekurangan tiba-tiba bisa berubah menjadi kemewahan tetapi dengan satu syarat: harus menjadi vampir selamanya?

Pertanyaan itulah yang menjadi premis unik film Siti Si Vampir, drama-komedi terbaru garapan sutradara Rahabi Mandra. Viddsee bersama Bahagia Tanpa Drama, Z Films, Spectrum Film, dan PK Films resmi merilis official trailer dan poster film tersebut pada 28 September 2026.

banner 325x300

Trailer memperlihatkan kehidupan Siti, diperankan Satine Zaneta, seorang perempuan muda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang angkat galon dan tinggal di rumah susun bersama ayahnya.

Kehidupan Siti jauh dari kata mewah. Ia harus bekerja keras untuk bertahan hidup, berbeda dengan sebagian anak muda lain yang dapat menikmati dan memamerkan kemewahan.

Nasib Siti berubah ketika dirinya digigit Nakula, vampir elit yang diperankan Ciccio Manassero.

Sejak gigitan itu, Siti memperoleh sesuatu yang selama ini hanya menjadi impian: kesempatan mengubah hidup.

Tak perlu lagi bersusah payah mengangkat galon. Tak harus terus-menerus bergulat dengan kesulitan ekonomi seperti sahabatnya, Dudi (Ajil Ditto), yang bekerja sebagai tukang AC.

Namun, perubahan tersebut ternyata memiliki harga.

Untuk menikmati kehidupan mewah itu, Siti harus menerima kenyataan bahwa dirinya akan menjadi vampir untuk selamanya.

Di sinilah pilihan terbesar Siti dimulai.

Apakah ia akan meninggalkan kehidupan sebagai manusia demi kehidupan yang lebih nyaman? Atau tetap menjadi manusia dengan segala kesulitan yang selama ini membebaninya?

Vampir, Kelas Sosial, dan Keresahan Anak Muda

Di balik kemasan vampir dan komedi, Siti Si Vampir membawa persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda: kesenjangan sosial, tekanan ekonomi, hingga perjuangan untuk bertahan hidup.

Produser Kenny Png mengatakan film ini menjadi proyek ko-produksi internasional antara Singapura dan Indonesia dengan tema sosial-ekonomi yang relevan dengan kehidupan saat ini.

“Film Siti Si Vampir menjadi proyek ko-produksi internasional yang sangat unik antara Singapura dan Indonesia. Film ini membawa tema sosial-ekonomi yang sangat relevan dengan situasi kehidupan kita saat ini, dan sisi emosional dari relasi anak perempuan dan seorang ayah,” ujar Kenny.

Sementara produser Celerina Judisari mengatakan film tersebut ingin menawarkan keragaman cerita melalui perpaduan drama-komedi dan konsep vampir lokal.

“Melalui film Siti Si Vampir kami ingin menghadirkan keragaman cerita, dengan kemasan genre drama-komedi yang memiliki keunikan tentang vampir lokal, sekaligus membawa cerita yang relevan dengan banyak orang mengenai sulitnya bertahan hidup di situasi saat ini,” katanya.

Regenerasi Aktor Muda

Rahabi Mandra juga melihat kekuatan film ini berada pada jajaran pemainnya.

Satine Zaneta dipercaya menjadi pemeran utama sebagai Siti. Sementara Ajil Ditto memerankan Dudi, Ciccio Manassero sebagai Nakula, serta Shania Gracia. Film ini juga dibintangi Nugie dan Kimberly Ryder.

Menurut Rahabi, para pemain tersebut merepresentasikan generasi aktor muda yang tengah menjadi bagian dari regenerasi perfilman Indonesia.

“Jajaran pemeran di film Siti Si Vampir terbilang generasi aktor muda yang saat ini menjadi bagian dari regenerasi perfilman Indonesia,” ujar Rahabi.

Pemilihan karakter anak muda, menurutnya, juga berkaitan dengan keresahan yang dibawa film tersebut.

“Bagaimana susahnya bertahan hidup dengan segala impitan ekonomi,” katanya.

Menariknya, Ciccio Manassero kembali bersinggungan dengan karakter vampir setelah sebelumnya dikenal lekat dengan persona tersebut.

Shania Gracia pun mendapat ruang yang berbeda dari kiprahnya bersama JKT48 dengan tampil lebih serius di layar lebar.

Siti dan Perempuan Tulang Punggung Keluarga

Bagi Satine Zaneta, karakter Siti bukan sekadar perempuan yang tiba-tiba berubah menjadi vampir.

Siti merupakan gambaran perempuan muda yang harus mengambil tanggung jawab ekonomi keluarga.

Sebagai tukang angkat galon, ia tinggal bersama sang ayah di rusun dan menjalani kehidupan yang tidak mudah.

“Ada hal yang menarik dan relate dengan banyak orang di film ini. Bagaimana Siti sebagai anak perempuan juga berada di posisi yang menjadi tulang punggung keluarga secara ekonomi,” kata Satine.

Menurutnya, karakter Siti juga membawa isu mengenai ruang perempuan dalam kehidupan sosial.

“Siti melakukan banyak hal dan mengambil tanggung jawab yang secara sosial sering kali masih dianggap sebagai tugas atau peran laki-laki,” ujarnya.

Karena itu, pilihan Siti untuk menjadi vampir bukan hanya persoalan antara manusia dan makhluk malam.

Di dalamnya terdapat pertarungan antara keinginan untuk hidup lebih baik, tanggung jawab keluarga, identitas diri, dan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kemewahan.

Film Siti Si Vampir diproduseri Kenny Png dan Celerina Judisari.

Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Akankah Siti memilih kehidupan manusia dengan segala keterbatasannya, atau menerima gigitan Nakula dan menjadi vampir untuk selamanya?[]

Penulis : DaBon| Editor : Kelana Peterson

Kontributot : Intimate.co.id

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan