Intimate.co.id|JAKARTA — Batavia FC semakin menunjukkan dominasinya di Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026. Memasuki Pekan ke-8, Batavia FC tampil tanpa ampun dengan menggulung Satria Sanggeni tujuh gol tanpa balas di Lapangan Sintetis 2, Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Kemenangan besar tersebut membuat Batavia FC semakin kokoh di puncak klasemen Grup Putih dengan koleksi 21 poin dari delapan pertandingan. Mereka mencatat tujuh kemenangan dan sekali kalah.
Diklat ISA membuntuti di posisi kedua dengan 19 poin, hasil enam kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Batavia FC sudah memperlihatkan ancamannya sejak awal pertandingan. Malvin Dwi membuka pesta gol ketika laga baru berjalan tiga menit. Selang satu menit kemudian, Ahmad Rayhan Qaesar menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Wiryawan Untario kemudian membawa Batavia FC unggul 3-0 pada menit ke-38.
Memasuki babak kedua, dominasi Batavia FC semakin sulit dibendung. M. Habil Gaza Maulidyan mencetak gol pada menit ke-59 untuk mengubah skor menjadi 4-0.
Malvin kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol beruntun pada menit ke-65 dan 66. Habil Gaza kemudian menutup pesta gol Batavia FC lewat gol keduanya pada menit ke-68.
Malvin pun mencatatkan hattrick dalam pertandingan tersebut.
Malvin dan Latihan Bersama Sang Ayah
Di balik tiga golnya, Malvin mengakui sempat mengalami persoalan kepercayaan diri pada babak pertama. Gol cepat yang dicetaknya belum sepenuhnya membuat permainannya lepas.
Situasi berubah setelah turun minum. Permainannya lebih agresif dan dua gol tambahan pun lahir hanya dalam rentang dua menit.
Siswa kelas XI Madrasah Aliyah itu menyebut latihan mandiri bersama sang ayah, Muhtar, menjadi salah satu bagian penting dalam prosesnya mengasah kemampuan.
Muhtar sendiri merupakan pendiri sekaligus pelatih SSB Atma Jaya Depok.
Widiantoro Eksperimen Formasi
Pelatih Batavia FC, Widiantoro, mengaku puas dengan kemenangan telak tersebut. Namun, ia tidak ingin anak asuhnya terlena.
Menurutnya, masih terdapat pekerjaan rumah, terutama dalam penyelesaian akhir dan pengembangan variasi taktik.
“Kami tetap punya PR, terutama di sektor finishing dan mengembangkan taktik perubahan-perubahan,” ujar Widiantoro.
Dalam laga tersebut, Widiantoro beberapa kali mengubah struktur permainan. Batavia FC membuka pertandingan dengan formasi 4-3-3, kemudian bergeser menjadi 4-2-3-1, sebelum akhirnya menggunakan 3-5-2.
Perubahan tersebut dilakukan setelah melihat pertahanan Satria Sanggeni cukup rapat dan kompak.
Batavia FC kemudian mencoba mengeksploitasi ruang melalui sektor sayap sekaligus mempertahankan penguasaan bola.
Widiantoro juga terus mengingatkan pemainnya agar tidak mudah kehilangan bola di lini tengah serta tidak melakukan ball watching.
Satria Sanggeni Kehabisan Tenaga
Kekalahan telak ini menjadi pengulangan hasil buruk Satria Sanggeni ketika menghadapi Batavia FC.
Pada pertemuan di Pekan ke-1, Satria Sanggeni juga harus menyerah dengan skor 0-6.
Pelatih Satria Sanggeni, Sahrul Ramadhan, menyebut keterbatasan pemain dan padatnya agenda pertandingan menjadi salah satu kendala timnya.
Satria Sanggeni bahkan harus membagi konsentrasi karena dijadwalkan tampil pada final Piala Soeratin Regional Banten menghadapi Banten Jaya, Minggu (27/9/2026)
“Anak-anak kecapekan karena harus berbagi dengan Piala Soeratin Regional Banten. Hari ini pun kami hanya bisa membawa 13 pemain karena tidak semuanya bisa ikut bertanding,” kata Sahrul.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat tim harus membagi fokus, meski Liga Jakarta U17 tetap menjadi kompetisi yang mereka jalani dengan serius.
BTC Gagal Menang, Putra Nusantara Curi Poin
Pada pertandingan lainnya, BTC harus puas bermain imbang 1-1 melawan Putra Nusantara.
Hasil tersebut membuat BTC gagal memperbaiki posisi ke peringkat keempat. Sementara Putra Nusantara tetap bertahan di posisi ketiga klasemen sementara.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama bermain disiplin sehingga tidak ada gol yang tercipta pada babak pertama.
Memasuki babak kedua, BTC akhirnya memecah kebuntuan.
Mahesa Rafka Erlangga membawa BTC unggul 1-0 pada menit ke-37, hanya dua menit setelah babak kedua dimulai.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama.
Putra Nusantara menemukan celah ketika BTC terlalu fokus membangun serangan. Jarak antarlini pertahanan BTC melebar dan situasi tersebut dimanfaatkan Muhammad Nasuha.
Melihat kiper BTC, Rasyid Shabran Sucahyo, berdiri terlalu jauh dari garis gawang, Nasuha melepaskan tembakan melambung dari jarak jauh.
Bola meluncur melewati jangkauan Rasyid dan bersarang di gawang BTC.
Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga pertandingan berakhir.
Zico Soroti Finishing
Pelatih BTC, Zico Berlian, mengakui timnya masih memiliki persoalan dalam penyelesaian akhir.
“Finishing para pemain BTC masih perlu diperbaiki. Mereka masih takut-takut melakukan shooting. Itu yang masih terus kami perbaiki,” ujar Zico.
Ia juga menyesalkan kelengahan lini belakang yang membuat kemenangan BTC lepas.
Di kubu Putra Nusantara, hasil imbang tersebut disambut positif. Pada pertemuan putaran pertama, Putra Nusantara memang berhasil mengalahkan BTC 1-0.
Sempat kesulitan pada babak pertama, Putra Nusantara melakukan perubahan strategi dengan mengubah formasi dari 4-3-1-2 menjadi 3-4-3.
Perubahan itu membuat permainan mereka lebih agresif.
Disiplin lini belakang yang dikomandoi Muhammad Rasya Al Haadii dan kapten Fabio Al Zidane menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keseimbangan permainan.
Nasuha kemudian menjadi pembeda lewat gol jarak jauhnya.
“Ini pertandingan berat. Kami berupaya bekerja sangat keras di babak kedua sampai kemudian Nasuha bisa mencetak gol. Itu memang keahlian Nasuha,” kata Muhammad Rasya Al Haadii.
Ia menilai satu poin yang dibawa pulang menjadi modal bagi Putra Nusantara untuk menghadapi pertandingan berikutnya.|Foto : Prass.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















