Intimate.co.id|PATI — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kehadiran seniman di ruang pendidikan melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) menjadi bagian penting dalam proses pewarisan budaya kepada generasi muda.
Hal itu disampaikan Fadli saat menghadiri Presentasi Akhir GSMS Kabupaten Pati 2026 di GOR Pesantenan, Pati, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).
Menurut Fadli, GSMS tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Program tersebut menjadi upaya menghadirkan kebudayaan secara langsung dalam proses pendidikan sehingga pelajar memiliki kesempatan untuk belajar, berlatih, mengembangkan kreativitas, sekaligus membangun keberanian dalam berekspresi.
“Makna penting dari gerakan seniman masuk sekolah atau GSMS ini bukan sekadar ekstrakurikuler, tapi bagian dari ikhtiar kita menghadirkan kebudayaan secara nyata di tengah proses pendidikan dan juga kehidupan dari generasi muda kita,” kata Fadli.
GSMS merupakan program kolaborasi Kementerian Kebudayaan dengan pemerintah daerah yang menghadirkan seniman secara langsung ke sekolah. Pelatihan GSMS 2026 berlangsung sejak 15 Juli hingga 4 September 2026.
Melalui program tersebut, pelajar mendapatkan pengalaman mempelajari seni melalui interaksi, praktik, dan dialog langsung bersama para seniman.
Secara keseluruhan, GSMS 2026 melibatkan 25 pemerintah daerah, 216 sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK, SLB, dan MTs, serta 221 seniman dan guru pendamping.
Para seniman berperan sebagai praktisi yang membagikan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kreatif kepada peserta didik.
Fadli mengapresiasi karya yang dipresentasikan para peserta GSMS di Pati. Ia berharap keterlibatan seniman di sekolah dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Indonesia.
“Mudah-mudahan kecintaan para siswa yang mengikuti program GSMS ini semakin meningkat dan karya-karya yang dihasilkan semakin baik,” ujarnya.
Fadli menekankan, generasi muda perlu memiliki pemahaman terhadap budaya lokal agar perkembangan ekspresi seni tetap memiliki identitas dan jati diri bangsa.
“Generasi muda diharapkan dapat mencintai seni budaya agar dapat menjunjung tinggi budaya lokal. Sehingga ekspresi seni yang lahir tidak pernah kehilangan identitas dan jati diri bangsa,” kata dia.
Sementara itu, Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan masyarakat Pati memiliki antusiasme tinggi terhadap kesenian. Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membudayakan seni dan tradisi di lingkungan sekolah.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, seniman, sekolah, dan pemangku kepentingan kebudayaan diperlukan agar pendidikan seni dapat terus berkembang.
Kementerian Kebudayaan pun menegaskan komitmennya untuk mendorong pemajuan kebudayaan melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan.
Melalui pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal akar budaya daerahnya, tetapi juga mampu mengolah kekayaan tersebut menjadi karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada upaya menjaga warisan masa lalu, tetapi berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas generasi muda.|Foto KemenbudRI
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















