banner 728x250

Tak Sekadar Pulih, Kemenekraf Dorong 50 Pelaku Ekraf Padang Pariaman Bangun Usaha Lebih Tangguh

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Bagi pelaku ekonomi kreatif, pemulihan juga berarti menghidupkan kembali usaha, memulihkan penghasilan, dan menyiapkan mereka agar lebih tangguh menghadapi masa depan.

Semangat itulah yang dibawa Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) melalui Program Pascabencana Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

banner 325x300

Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, Selasa (15/9/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pelaku ekonomi kreatif harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Dukungan tidak hanya diarahkan agar usaha kembali berjalan, tetapi juga agar kapasitas pelakunya semakin kuat.

“Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan,” ujar Teuku Riefky.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan literasi bisnis dan keuangan. Mereka juga mendapatkan informasi mengenai dukungan pendanaan serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kreatif yang terdampak bencana.

“Pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata untuk membantu pelaku ekonomi kreatif bangkit dan kembali mengembangkan usahanya,” kata John.

Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf Anggara Hayun Anujuprana mengatakan, pemulihan usaha perlu dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan kesiapan pelaku usaha.

“Pemulihan usaha tidak hanya tentang kembali berjualan, tetapi juga bagaimana pelaku ekonomi kreatif memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program tersebut tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta juga mendapatkan pengetahuan praktis mengenai literasi bisnis, keamanan pendanaan, hingga cara mengakses permodalan.

Bagi pelaku ekonomi kreatif yang memenuhi kriteria, program dilanjutkan dengan mentoring dan pendampingan. Tahap berikutnya adalah pitching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra maupun sumber pendanaan.

Setelah itu, dilakukan monitoring dampak untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memastikan keberlanjutan hasil pendampingan.

Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan sektor perbankan. Assistant Vice President Bank Mandiri Government & Institutional 1 Group Aryanto Yudho menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat di Padang Pariaman.

Rangkaian program ini melibatkan Kementerian Ekraf, khususnya Direktorat Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, Bank Mandiri melalui Government & Institutional 1 Group, Bank Mandiri Area Padang dan Bank Mandiri Cabang Lubuk Alung, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, serta Kantor OJK Provinsi Sumatera Barat.

Bagi para pelaku ekonomi kreatif, pemulihan pascabencana dengan demikian bukan sekadar kembali ke titik sebelum bencana. Literasi, pendampingan, akses modal, dan jejaring usaha diharapkan menjadi pijakan untuk membangun kembali usaha yang lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.[]

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan