Intimate.co.id|JAKARTA — Perubahan teknologi dan gaya hidup masyarakat ikut mengubah cara publik memperoleh dan mengonsumsi informasi. Kondisi tersebut mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) melakukan transformasi secara menyeluruh agar tetap relevan di tengah perkembangan media digital.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (BAKOM RI) Muhammad Qodari mengatakan, perubahan lanskap komunikasi membuat tantangan yang dihadapi RRI saat ini berbeda dibandingkan ketika lembaga penyiaran publik tersebut pertama kali berdiri.
“Kalau saya pribadi nih ya, saya ingin agar RRI tetap bisa relevan,” ujar Qodari saat menjadi narasumber dalam Sarasehan RRI bertajuk “RRI Kemarin, Kini, dan Nanti” di Auditorium RRI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Qodari, RRI sebenarnya telah melakukan langkah adaptasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai salah satu saluran penyebaran informasi. Namun, transformasi tersebut dinilai perlu dilanjutkan melalui perubahan paradigma agar mampu mengikuti pola konsumsi informasi masyarakat yang terus berkembang.
“Ini menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi zaman. Sekaligus juga memang agar mindset-nya, paradigmanya itu sudah ke sana,” katanya.
Qodari menilai transformasi menuju ruang digital bukan sesuatu yang sulit dilakukan RRI. Sebab, lembaga tersebut telah memiliki kemampuan dasar dalam menjalankan fungsi penyiaran.
“Skill set mendasarnya sudah ada, tinggal kemudian dilengkapi dengan perkembangan teknologi,” ujar dia.
Ia menekankan, transformasi digital tidak berarti RRI harus meninggalkan jati dirinya sebagai lembaga penyiaran publik. Perubahan lebih diarahkan pada cara dan jalur informasi disampaikan kepada masyarakat.
Dengan demikian, menurut Qodari, esensi RRI sebagai media publik tetap dapat dipertahankan meski medium penyiarannya berubah.
“Cuman tadinya udaranya pakai sinyal gelombang udara pakai pemancar. Kalau sekarang gelombangnya atau jalur bekerjanya lewat digital,” tuturnya.
Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi RRI untuk memperluas jangkauan audiens. Di tengah masyarakat yang semakin terbiasa mengakses informasi melalui perangkat digital dan media sosial, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar lembaga penyiaran publik tetap memiliki tempat.
Bagi Qodari, transformasi RRI pada akhirnya bukan sekadar persoalan berpindah dari siaran konvensional ke platform digital. Lebih dari itu, perubahan diperlukan agar pola pikir, keterampilan, dan strategi komunikasi RRI berjalan seiring dengan perkembangan zaman.|Foto : Istimewa
Penulis : DaBon |Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















