banner 728x250

Dari Angklung hingga Gamelan, Kementerian Kebudayaan Hidupkan Musik Komunitas di Bogor

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|BOGOR— Musik menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kebudayaan tetap hidup di tengah masyarakat. Semangat itu pula yang dibawa Kementerian Kebudayaan saat menyerahkan bantuan alat musik kepada 47 kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari di Warkop Simpang Sentul, Cibinong, Bogor.

Bantuan tersebut terdiri atas angklung, rebana, marawis, hadroh, gamelan, speaker aktif, serta sejumlah perlengkapan musik lainnya. Peralatan itu diharapkan dapat menghidupkan aktivitas seni sekaligus menjadi modal bagi komunitas untuk terus berkarya.

banner 325x300

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, penguatan komunitas merupakan bagian penting dalam menjaga ekosistem kebudayaan. Menurut dia, seni tidak cukup hanya dirawat melalui situs sejarah dan museum, tetapi juga perlu hadir dalam keseharian masyarakat.

“Berkesenian dan berbudaya adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari,” ujar Fadli.

Bogor sendiri memiliki jejak sejarah yang panjang. Sejumlah peninggalan seperti Prasasti Batu Tulis, Ciaruteun, Jambu, Kebon Kopi, hingga Arca Domas menjadi penanda perjalanan kebudayaan di wilayah tersebut.

Karena itu, Kementerian Kebudayaan tidak hanya menjalankan revitalisasi situs budaya di Bogor dan sekitarnya, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan melalui komunitas seni.

Fadli mengatakan pemerintah juga memberikan perhatian kepada sanggar dan komunitas musik, termasuk komunitas musik jalanan. Bantuan sarana dan prasarana diharapkan membuat para pelaku seni memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, berekspresi, dan tampil.

Bagi 47 kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari, bantuan tersebut bukan sekadar seperangkat alat musik. Angklung, rebana, marawis, hadroh, hingga gamelan dapat menjadi penggerak kegiatan bersama dari latihan rutin, pertunjukan, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas budaya di lingkungan masyarakat.

Fadli berharap seluruh fasilitas yang diberikan dapat digunakan secara optimal dan tidak berhenti sebagai bantuan semata.

“Semoga bantuan-bantuan ini dapat menunjang kegiatan berseni,” katanya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebudayaan dari bawah. Ketika alat musik berada di tangan komunitas, panggung kebudayaan pun memiliki peluang untuk tumbuh lebih dekat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, menjaga budaya bukan hanya soal merawat peninggalan masa lalu. Di ruang-ruang komunitas, budaya juga terus menemukan cara baru untuk dimainkan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.|Foto : Vidhy Fellizano Sfinoza.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan