banner 728x250

81 Tahun Kemerdekaan, Ketum KAMMI Merauke: Pemuda Jangan Jadi Penonton Pembangunan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co,id | Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia semestinya tidak berhenti pada seremoni. Momentum ini perlu menjadi ruang bagi generasi muda untuk kembali melihat persoalan masyarakat sekaligus mengambil peran nyata dalam menjawab tantangan pembangunan.

Ketua Umum PD KAMMI Merauke, Arham Maulana, mengatakan kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan kontribusi nyata generasi muda bagi masyarakat dan bangsa.

banner 325x300

“Selama anak muda masih memikirkan nasib bangsanya, selama itu juga bangsa ini akan baik-baik saja,” ujar Arham dalam diskusi Refleksi Kemerdekaan RI ke-81 yang diselenggarakan Yayasan MPSI di Merauke.

Menurut dia, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak semestinya hanya menjadi bahan perbincangan.

“Anak muda perlu membangun perspektif, memahami akar persoalan, kemudian menentukan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan sesuai kapasitasnya”, ujarnya.

Arham menyoroti persoalan pendidikan sebagai salah satu isu yang perlu mendapat perhatian serius. Ia mengatakan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

Ketersediaan sekolah, kata dia, bukan satu-satunya ukuran. Kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dasar, kondisi lingkungan, jarak tempat tinggal, hingga situasi sosial turut memengaruhi keberlanjutan pendidikan seorang anak.

“Ketika kebutuhan dasar keluarga belum terpenuhi, pendidikan anak juga bisa terdampak. Karena itu, persoalan pendidikan tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun sekolah,” katanya.

Menurut Arham, kompleksitas persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan membutuhkan pendekatan lintas sektor.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian, demikian pula organisasi kepemudaan dan mahasiswa tidak mungkin mengambil seluruh peran negara”, tandasnya.

Ia mendorong organisasi kepemudaan, mahasiswa, akademisi, komunitas, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat membangun kerja bersama berdasarkan peran dan kapasitas masing-masing.

Arham menilai Cipayung Plus dan organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis untuk menyuarakan persoalan yang ditemukan di lapangan. Namun, suara tersebut harus diikuti dengan kerja yang terukur agar gerakan pemuda tidak berhenti pada kritik.

“Kita butuh gerakan kolektif untuk memikirkan gerakan ini agar kemudian berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi Arham, pemuda idealnya menjadi jembatan antara persoalan masyarakat dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan serta sumber daya untuk menghadirkan solusi.

“Dengan begitu, gerakan mahasiswa tidak hanya menjadi kekuatan moral, tetapi juga mampu memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan”, jelasnya.

Ia menegaskan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah bukan berarti mengambil jarak dari pembangunan. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara konstruktif merupakan bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pemuda harus berani menyampaikan apa yang ditemukan di masyarakat, tetapi juga harus berani menawarkan jalan keluarnya, momentum 81 tahun Kemerdekaan RI, harus menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kualitas partisipasi masyarakat, termasuk generasi mudanya”, jelasnya.

Terlebih, lanjutnya Merauke kini menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian besar dalam agenda pembangunan nasional.

“Kondisi tersebut, harus direspons pemuda dengan kesiapan untuk terlibat, bukan sekadar menjadi penonton”, ujarnya.

Pemuda Merauke perlu memperkuat kapasitas, membangun kolaborasi, sekaligus menjaga agar pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat. Dengan cara itu, pembangunan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kalau kemerdekaan ingin terus memiliki makna, maka anak muda harus bergerak. Bukan hanya merayakan Indonesia, tetapi ikut merawat dan membangun Indonesia dari tempat kita berada,” pungkas Arham.

 

Jurnalis: KelanaPeterson           Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan