banner 728x250

Wastra Nusantara Disiapkan Jadi Senjata Diplomasi Budaya, Fadli Zon Gandeng Ivan Gunawan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Wastra Nusantara dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi wajah diplomasi budaya Indonesia di panggung dunia. Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan desainer sekaligus pengusaha Ivan Gunawan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta Selatan.

Pertemuan itu membahas penguatan ekosistem fesyen berbasis budaya, mulai dari promosi wastra ke pasar internasional hingga pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) sebagai fondasi ekonomi kreatif berbasis kebudayaan.

banner 325x300

Fadli Zon menilai batik dan beragam wastra Nusantara tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga dapat menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif. Menurutnya, Indonesia perlu memperluas promosi wastra ke kawasan-kawasan yang masih belum banyak tersentuh, termasuk negara-negara di Afrika.

“Untuk go internasional, kita bisa mempromosikan batik atau wastra ke berbagai belahan dunia. Negara-negara di Afrika sangat potensial karena motif busana tradisional mereka memiliki kemiripan dengan batik, sehingga ada kedekatan dari sisi budaya,” ujar Fadli.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan desainer mancanegara sebagai duta budaya untuk memperkenalkan kekayaan tekstil tradisional Indonesia kepada masyarakat global.

Selain promosi budaya, Fadli menyoroti pentingnya perlindungan kekayaan intelektual bagi para desainer yang menciptakan motif-motif baru. Menurutnya, karya kreatif tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi aset budaya yang harus dijaga.

“Kekayaan intelektual para desainer dapat menjadi modal bagi para perajin untuk terus berkembang, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem budaya Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyatakan dukungannya terhadap rencana peragaan busana dan instalasi wastra yang akan digelar Ivan Gunawan. Ia menilai kegiatan semacam itu mampu membangkitkan minat generasi muda untuk kembali mencintai dan mengenakan warisan budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Baginya, pameran dan peragaan busana bukan sekadar ajang mode, melainkan ruang yang mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan tren fesyen kontemporer.

Ivan Gunawan menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, fesyen dapat menjadi media edukasi yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

“Tahun ini, dalam rangka euforia Kemerdekaan Indonesia, kami berencana menghadirkan instalasi busana yang terbuka untuk umum agar pelajar, sekolah fesyen, dan masyarakat bisa melihat secara langsung keindahan wastra Nusantara,” ujar Ivan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.

Menutup dialog, Fadli menegaskan bahwa batik dan wastra Nusantara harus terus diposisikan sebagai identitas budaya bangsa. Lebih dari sekadar produk fesyen, wastra merupakan simbol akulturasi nilai estetika, sejarah, dan filosofi kehidupan masyarakat Indonesia yang layak diperkenalkan kepada dunia sebagai kekuatan diplomasi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional.

Penulis : DaBon|,Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan