banner 728x250

UMKM Jakarta Bersiap Menembus Pasar Global, dari JIExpo hingga Guangzhou

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebuah pameran tak lagi sekadar tempat memajang produk. Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, pameran internasional menjadi pintu untuk mempertemukan produk lokal dengan jaringan bisnis global.

Semangat itulah yang tengah didorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa UMKM binaan Jakarta naik kelas dan berani memperluas pasar hingga mancanegara.

banner 325x300

Hal tersebut disampaikan Rano saat menyambut penyelenggaraan China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) Indonesia 2026 di Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (24/8).

Menurut Rano, kehadiran CIEIE 2026 dapat menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha Jakarta untuk memperluas jejaring sekaligus membuka peluang bertemu calon mitra dari berbagai negara.

Pameran yang berlangsung pada 3–5 September 2026 di Hall B–C, JIExpo Kemayoran itu mempertemukan pembeli, importir, distributor, peritel, hingga pelaku marketplace dengan pemasok, pabrik, dan pemilik merek dari berbagai kategori.

Bagi pelaku UMKM, pertemuan semacam ini menawarkan kesempatan untuk melihat lebih dekat dinamika perdagangan, mulai dari produk dan harga, jumlah pemesanan minimum atau MOQ, sampel, hingga peluang kerja sama bisnis.

“Forum ini memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Tiongkok. Artinya, ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM Jakarta untuk masuk ke pasar internasional, khususnya Tiongkok,” ujar Rano.

Langkah tersebut tidak berhenti di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan 23 UMKM terkurasi untuk ambil bagian dalam China International SME Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, Tiongkok, pada 3–6 September 2026. Keikutsertaan itu dikemas melalui program Choose Jakarta.

Sebelumnya, tiga UMKM binaan Jakarta telah mengikuti China Food Trade Fair pada Maret 2026. Selain memperkenalkan produk, promosi tersebut juga diarahkan untuk membuka akses temu bisnis dengan pembeli, importir, distributor, hingga peritel global.

Bagi Jakarta, langkah membawa UMKM ke panggung internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi kota. Pada 2025, sektor industri pengolahan tercatat memberikan kontribusi sekitar 11,13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta.

Ke depan, pengembangan industri Jakarta diarahkan pada sektor bernilai tambah dan berteknologi tinggi dengan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Ekosistem tersebut juga akan berjalan beriringan dengan sektor jasa modern dan industri halal.

Rano berharap CIEIE 2026 tidak berhenti pada transaksi dan pertemuan di ruang pamer.

“Harapannya, penyelenggaraan CIEIE ini tidak berhenti sebagai pameran saja, tetapi menghasilkan kerja sama yang konkret, investasi baru, akses pasar yang lebih luas, dan peluang bisnis bagi UMKM Jakarta,” katanya.

Dari ruang pamer di Jakarta hingga pertemuan bisnis di Guangzhou, langkah tersebut menunjukkan satu arah yang semakin jelas: produk UMKM Jakarta tak cukup hanya dikenal di rumah sendiri. Kini saatnya mereka mencari panggung yang lebih luas di pasar dunia.|Sumber Dinas Kominfotik

Jurnalis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan