banner 728x250

Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026,Pemuda Jaya Tahan Diklat ISA, Target Empat Besar Dicanangkan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Putaran pertama Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 berakhir dengan kejutan kecil bagi Diklat ISA. Tim yang berambisi terus membayangi Batavia FC di puncak klasemen itu harus puas berbagi poin setelah ditahan Pemuda Jaya 1-1 di Lapangan Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Sabtu (12/9).

Diklat ISA sebenarnya memulai pertandingan dengan meyakinkan. Destha Aditya membawa timnya unggul ketika laga baru berjalan lima menit. Namun, keunggulan itu tak bertahan hingga turun minum setelah Naufal mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-28.

banner 325x300

Kedudukan 1-1 membuat pertandingan semakin terbuka. Kedua tim saling menyerang pada babak kedua yang berlangsung dalam format 1×35 menit. Beberapa peluang tercipta, tetapi tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol tambahan.

Pemuda Jaya bahkan memiliki sejumlah kesempatan emas, termasuk melalui situasi satu lawan satu dengan kiper Diklat ISA. Manajer Pemuda Jaya, Bagus Tristyanovan, menilai ketenangan pemain menjadi salah satu persoalan yang membuat peluang tersebut gagal dimanfaatkan.

“Pemain kurang tenang dan kurang pintar memanfaatkan peluang. Target kami di Putaran 2 tidak boleh kalah lagi,” ujar Bagus.

Setelah kedudukan imbang, Pemuda Jaya juga mengubah pendekatan permainan. Dari skema 4-3-3, mereka beralih menjadi 4-5-1 untuk memperkuat lini pertahanan dan menghindari kebobolan.

“Setelah kedudukan 1-1, kami tidak ingin kecolongan dan memperkuat barisan belakang,” kata Bagus.

Hasil imbang tersebut membuat Pemuda Jaya mengakhiri Putaran 1 di peringkat keenam dengan enam poin. Bagus menilai timnya masih kehilangan sejumlah momentum penting sepanjang putaran pertama, termasuk ketika menghadapi Toyo Haryono yang hanya membawa 11 pemain.

Karena itu, Putaran 2 dipatok sebagai fase kebangkitan.

“Target di Putaran 2 jangan sampai kalah lagi. Di Putaran 2, kami harus masuk 4 Besar (Grup Putih). Wajib,” tegas Bagus.

Diklat ISA Kehilangan Dua Poin

Sementara bagi Diklat ISA, hasil seri ini membuat upaya mengejar Batavia FC sedikit tertahan. Tambahan satu poin menempatkan Diklat ISA di posisi kedua dengan 16 poin, terpaut dua poin dari Batavia FC yang mengoleksi 18 poin.

Batavia FC memastikan posisi teratas setelah mengalahkan BTC dengan skor telak 4-1.

Pelatih Diklat ISA, Rayandi Zulfikar, mengakui timnya masih harus berbenah. Ia tetap mengapresiasi perjuangan Pemuda Jaya yang mampu memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan berakhir.

“Kami datang untuk berkompetisi, bukan sekadar berpartisipasi. Semua lawan di Liga 1 ini kuat, kami harus tampil lebih kompetitif pada Putaran 2 nanti,” ujar Rayandi.

Persaingan pun belum berakhir. Selisih dua poin antara Batavia FC dan Diklat ISA membuat Putaran 2 Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 berpotensi berlangsung semakin ketat.

Bagi Batavia FC, tantangannya adalah mempertahankan posisi teratas. Diklat ISA harus mengejar ketertinggalan, sedangkan Pemuda Jaya memburu tiket empat besar. Di level pembinaan usia muda, setiap pertandingan sekaligus menjadi ruang untuk menguji mental, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan.[]Foto : Prass.

Penulis : DaBon |Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan