Intimate.co.id|JAKARTA — Keunggulan Toyo Haryono yang sempat bertahan lebih dari separuh pertandingan akhirnya buyar. Satria Sanggeni bangkit melalui bola mati untuk memaksakan hasil imbang 1-1 pada Pekan 7 Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 di Lapangan Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Bagi Satria Sanggeni, satu poin ini terasa belum cukup. Mereka datang dengan ambisi menutup Putaran 1 dengan kemenangan demi memperkokoh posisi menuju babak 8 besar. Namun, Toyo Haryono justru mampu memberikan perlawanan yang membuat laga berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Toyo Haryono mencuri kesempatan pada menit ke-20. Aris Setiawan membawa timnya unggul 1-0 dan membuat Satria Sanggeni harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Keunggulan itu bertahan hingga jeda.
Satria Sanggeni kemudian mengubah tekanan menjadi gol pada babak kedua. Pada menit ke-58, pemain belakang Maftuh Rhizki melepaskan eksekusi tendangan bebas yang mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Setelah itu, kedua tim sama-sama berusaha mencari gol penentu. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah.
“Seharusnya kami bisa menang, tapi mungkin rezekinya cuma hasil imbang,” kata Manajer Satria Sanggeni Edward Martinus.
Edward menyebut pertandingan siang dengan cuaca terik ikut menguras kondisi pemain. Konsentrasi tim juga terbagi karena Satria Sanggeni tengah menghadapi agenda Piala Soeratin Asprov PSSI Banten.
Meski demikian, ia menegaskan ambisi Satria Sanggeni belum berubah. Empat besar Grup Putih menjadi sasaran yang harus dipertahankan agar tiket ke babak 8 besar tetap berada dalam genggaman.
“Akan ada bonus jika mereka bisa bertahan di 4 Besar Grup Putih untuk lolos ke 8 Besar. Target kami memang tidak terlalu muluk,” ujar Edward.
Pelatih Satria Sanggeni Sahrul Ramadhan pun meminta pemain tidak terlena. Putaran pertama menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki persaingan berikutnya.
Di sisi lain, Toyo Haryono meninggalkan lapangan dengan perasaan yang berbeda. Mereka kehilangan peluang untuk mengamankan tiga poin setelah sejumlah kesempatan pada babak pertama gagal dimaksimalkan.
“Banyak sekali peluang di babak pertama yang tidak dimaksimalkan. Sayang sekali hari ini gagal merebut tiga poin,” ujar pelatih Toyo Haryono Muhammad Rizki.
Toyo Haryono memang masih berada di dasar klasemen dengan empat poin. Namun, Rizki melihat timnya mulai menunjukkan perkembangan setelah melakukan evaluasi sejak pekan kelima.
Ada alasan lain untuk menatap masa depan dengan optimistis. Aris Setiawan, pencetak gol Toyo Haryono dalam pertandingan ini, dikabarkan tengah menjalani trial di Persik Kediri untuk peluang masuk skuad Elite Pro Academy (EPA) U-18.
Bagi Toyo Haryono, Putaran 1 belum memberikan posisi ideal. Namun, bagi para pemain muda, kompetisi ini juga menjadi panggung untuk membuka pintu menuju jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, tambahan satu poin membuat Satria Sanggeni menutup Putaran 1 Grup Putih di posisi keempat dengan 11 poin. Jalan menuju delapan besar masih terbuka, tetapi persaingan pada Putaran 2 dipastikan tidak akan lebih ringan.|Foto : Prass
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















