banner 728x250

Kesultanan Palembang Nobatkan Gus Yahya sebagai Pangeran Natogamo

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|PALEMBANG — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima gelar kehormatan Pangeran Natogamo dari Kesultanan Palembang Darussalam dalam prosesi adat di Balairung Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Jalan Sultan M. Mansur, Palembang, Sabtu (25/7/2026).
Penganugerahan dipimpin Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo R.M. Fauwaz Diradja, SH, MKn. Prosesi diawali dengan masuknya Sultan ke balairung, disusul arak-arakan pusaka Kesultanan berupa Al Quran, sebilah keris, dan sebilah pedang.
Mufti Kesultanan Palembang Darussalam Pangeran Muhammad Mustofa kemudian membacakan syair Sultan Mahmud Badaruddin II. Setelah itu, Raden Zainal Abidin Rahman Dato’ Pangeran Puspo Kesumo membacakan Wartikah Sultan Palembang Darussalam Nomor Kesultanan Palembang Darussalam/Kerabat Dalam/005/VII/2026 tentang pemberian gelar kehormatan kepada Gus Yahya.
Dalam prosesi tersebut, Gus Yahya menerima pin kehormatan, selempang kebesaran, serta wartikah yang diserahkan langsung oleh Sultan. Sejak itu, Ketua Umum PBNU tersebut resmi menyandang gelar Pangeran Natogamo KH Yahya Cholil Staquf.
Sultan Mahmud Badaruddin IV mengatakan gelar itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Gus Yahya dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kehidupan sosial di Indonesia.
“Beliau layak mendapatkan gelar kehormatan karena telah memberikan jasa dan sumbangsih bagi adat dan budaya di Indonesia, termasuk kepada Kerabat Kesultanan Palembang Darussalam. Gerakan-gerakan Nahdlatul Ulama juga telah memberikan nuansa yang baik sehingga Palembang tetap kondusif,” kata Sultan.
Menurut Sultan, hubungan Kesultanan Palembang Darussalam dengan Nahdlatul Ulama telah terjalin sejak lama. Ia menyebut kakeknya dari pihak ibu, KH Husein Affandi Samadani, merupakan tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjadi penasihat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi.
Ia berharap hubungan tersebut terus berkembang melalui kerja sama dalam pelestarian adat, budaya, pendidikan, dan penguatan persatuan masyarakat.
Sultan juga menegaskan bahwa pemberian gelar kehormatan merupakan tradisi Kesultanan bagi tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap pelestarian adat dan budaya.
Sementara itu, Gus Yahya mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurut dia, gelar tersebut menjadi amanah untuk ikut menjaga martabat dan nilai-nilai yang diwariskan Kesultanan Palembang Darussalam.
“Alhamdulillah, saya menyampaikan terima kasih, syukur, dan bangga karena telah menerima kehormatan dari keluarga Kesultanan Palembang,” ujar Yahya.
Ia menilai Kesultanan Palembang Darussalam merupakan salah satu warisan peradaban penting di Nusantara yang memiliki peran dalam memelihara persatuan dan kerukunan masyarakat.
“Kesultanan Palembang adalah warisan peradaban besar Nusantara. Saya meyakini bahwa Kesultanan Palembang memiliki kekuatan budaya yang mampu menyatukan masyarakat serta menjaga harmoni, kerukunan, dan persatuan,” katanya.
Yahya mengajak masyarakat menjaga pesan-pesan para leluhur sebagai fondasi memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan. Menurut dia, nilai-nilai budaya dan tradisi menjadi modal penting untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.
Prosesi ditutup dengan doa yang dipimpin Gus Yahya. Seluruh tamu kemudian mengikuti tradisi makan bersama khas Palembang, yakni ngobeng atau ngidang, sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.

 

banner 325x300

Jurnalis : Azuzet

Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan