banner 728x250

Kemenpora Gandeng World Aquatics Tingkatkan Kompetensi Pelatih Renang Bertaraf Internasional

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|BALI– Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Pengurus Besar Federasi Akuatik Indonesia dan World Aquatics menggelar World Aquatics Certification Course for Youth Group Combination Swimming and Open Water Swimming (OWS) di Bali pada 2–8 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelatih sebagai fondasi pembinaan atlet menuju prestasi dunia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Leny Kurnia, menegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet, tetapi juga oleh kompetensi pelatih yang menjadi ujung tombak pembinaan.

banner 325x300

“Pelatih memiliki peran strategis, mulai dari proses pencarian bakat, pengembangan kemampuan atlet, hingga mengantarkan mereka meraih prestasi di level internasional,” ujar Leny.

Pelatihan bertaraf internasional tersebut diikuti 20 peserta yang lolos seleksi pre-test dari World Aquatics. Pada saat yang sama, Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah International Open Water Swimming Course Level Asia yang diikuti 17 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia dan Oseania, termasuk Indonesia.

Menurut Leny, peningkatan kompetensi tenaga keolahragaan menjadi salah satu prioritas pembangunan olahraga nasional. Karena itu, Kemenpora terus mendorong penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi pelatih yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.

“Dengan semakin banyak pelatih yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara internasional, kita optimistis kualitas pembinaan atlet akan semakin profesional, merata, dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan Indonesia,” katanya.

Dalam program Swimming Coach Age Group, World Aquatics menghadirkan Lee Yu Gary Tan sebagai instruktur utama. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan teknik renang, penyusunan program latihan yang efektif dan berkelanjutan, metode latihan modern, hingga pendekatan pembinaan atlet usia muda.

Kemenpora juga mengapresiasi PB Akuatik Indonesia yang dinilai berhasil menjalankan proses seleksi secara objektif serta konsisten membangun sistem pembinaan pelatih yang berkualitas.

Selain sesi teori di kelas, peserta mengikuti praktik kepelatihan secara langsung, mulai dari simulasi latihan, observasi teknik atlet, hingga penyusunan program latihan. Kombinasi teori dan praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelatih saat diterapkan di lapangan.

Sementara itu, pada penyelenggaraan International Open Water Swimming Course, World Aquatics menghadirkan Melanie Tantrum sebagai narasumber. Program ini memberikan pemahaman mengenai pengembangan cabang renang perairan terbuka sesuai standar internasional.

Leny menilai penyelenggaraan dua pelatihan internasional tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga akuatik yang berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan prestasi tidak hanya bertumpu pada atlet, tetapi juga pada kualitas pelatih yang menjadi fondasi utama lahirnya atlet-atlet Indonesia berprestasi di panggung dunia.|Sumber Kemenpora RI

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan