Intimate.co.id|JAKARTA – Satu poin mungkin bukan hasil yang spektakuler. Namun bagi Riziq Tafarel, kapten muda Bintang Ragunan, hasil tersebut tetap layak disyukuri. Baginya, setiap pertandingan adalah bagian dari proses panjang untuk belajar, berkembang, dan menjadi pesepak bola yang lebih baik.
Riziq tampil memimpin rekan-rekannya saat Bintang Ragunan meraih satu poin melawan Pemuda Jaya dalam pertandingan Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 di Lapangan PSF Pancoran,Sabtu(26/9)
Pemain muda tersebut menilai pertandingan berlangsung cukup berimbang, meski ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi.
“Alhamdulillah pagi hari ini Bintang Ragunan mendapatkan satu poin. Lawan juga bisa mengimbangi permainan kami. Kami masih punya banyak kekurangan yang harus dilatih lagi,” ujar Riziq.
Bagi Riziq, menjadi kapten bukan sekadar mengenakan ban di lengan. Ada tanggung jawab untuk memberikan semangat kepada rekan-rekannya sekaligus menjaga konsentrasi tim sepanjang pertandingan.
Kecintaan Riziq terhadap sepak bola sebenarnya tumbuh dari hal sederhana. Hampir 10 tahun ia menekuni olahraga tersebut. Awalnya, sepak bola dijalani karena dorongan orang tua.
“Awalnya karena kemauan orang tua. Saya ikuti saja. Lama-lama malah suka dan akhirnya cinta sepak bola,” katanya.
Kini sepak bola telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Riziq menimba pendidikan di Jakarta sembari terus menjalani latihan bersama sekolah sepak bolanya di kawasan Ciracas.
Perjalanan hampir satu dekade di lapangan membuat Riziq semakin memahami bahwa menjadi pesepak bola tidak cukup hanya mengandalkan bakat.
Latihan disiplin, menjaga sikap, mendengarkan arahan pelatih, serta dukungan keluarga menjadi modal yang terus ia pegang.
Riziq pun memiliki mimpi besar: suatu hari dapat menjadi pemain sepak bola profesional dan menembus level yang lebih tinggi, termasuk kesempatan memperkuat klub besar seperti Persija Jakarta.
“Yang penting terus latihan, banyak berdoa dan patuh kepada orang tua. Itu juga penting,” ujarnya.
Liga Jakarta Jadi Ruang Tumbuh Pemain Muda
Menurut Riziq, keberadaan kompetisi usia muda seperti Liga Jakarta memiliki arti penting bagi perkembangan pesepak bola belia.
Kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Mereka tidak hanya berlatih, tetapi juga belajar menghadapi tekanan pertandingan, bekerja sama dalam tim, dan menjaga mental ketika menghadapi lawan.
“Kompetisi seperti ini bagus karena bisa mengeluarkan bibit-bibit muda. Saya sangat mendukung adanya kompetisi ini,” tutur Riziq.

Bagi sang kapten muda, perjalanan masih panjang. Satu poin yang diraih Bintang Ragunan menjadi bagian kecil dari perjalanan besar yang sedang ia bangun.
Dari lapangan-lapangan Jakarta, Riziq Tafarel menanam mimpi: terus berlatih hari ini, untuk suatu hari berdiri sebagai pesepak bola profesional.
Sebab bagi pemain muda seperti Riziq, pertandingan bukan hanya soal menang atau kalah. Ada proses, pengalaman, dan mimpi yang sedang tumbuh bersama setiap menit yang dimainkan.[]
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















