banner 728x250

Kemenangan Perdana Putra Sejati, Farama Terpuruk di Dasar Klasemen

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id |JAKARTA — Setelah lima pertandingan tanpa kemenangan, Putra Sejati akhirnya menemukan jalan keluar dari tekanan. Lapangan PSF Pancoran menjadi saksi kebangkitan mereka ketika tujuh gol mengalir ke gawang Farama, Sabtu (29/8).

Putra Sejati meraih kemenangan perdana di Liga Jakarta U-17 Grup Merah setelah menghancurkan Farama dengan skor 7-3 pada pertandingan pekan keenam. Hasil itu bukan hanya menghadirkan tiga poin, melainkan juga mengangkat Putra Sejati dari posisi juru kunci ke peringkat ketujuh klasemen sementara.

banner 325x300

Sebaliknya, kekalahan kedua secara beruntun membuat Farama harus turun ke dasar klasemen. Persaingan di papan bawah pun semakin ketat, dengan setiap pertandingan kini menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi.

Dalam laga berdurasi 2×35 menit tersebut, kedua tim menyajikan pertandingan terbuka. Sebanyak 10 gol tercipta, dengan Putra Sejati tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momentum dan mengubah peluang menjadi gol.

Rasya Jandita Pato membuka keunggulan Putra Sejati pada menit ke-15. Farama tidak tinggal diam dan mampu membalas melalui Adji Adriansyah pada menit ke-37.

Gol penyeimbang itu sempat membuka harapan Farama. Namun, Putra Sejati justru menjadikan fase setelah kedudukan imbang sebagai titik untuk mengambil alih kendali pertandingan.

Alfihat Maulfhi Sihab membawa Putra Sejati kembali unggul pada menit ke-42. Hanya semenit kemudian, Fadil Kaka Junaedi menambah gol. Salman Alfarizi kemudian memperlebar jarak pada menit ke-45.

Keunggulan tersebut memberikan kepercayaan diri baru bagi Putra Sejati. Mereka tampil semakin berani, sementara Farama harus menghadapi tekanan yang terus datang.

Kapten Putra Sejati, Faris Annafi, menjadi salah satu sosok penting dalam kemenangan tersebut. Ia mencetak dua gol pada menit ke-51 dan ke-55 untuk membawa timnya menjauh.

Farama sempat memperkecil ketertinggalan melalui Giant Safari Sudrajat pada menit ke-57. Namun, Putra Sejati tetap mampu menjaga kendali permainan. Muhammad Banyu Buana kemudian menutup pesta gol pada menit ke-69, sementara Farama menambah satu gol melalui Reval Malika Alzena pada menit ke-68.

Bagi Putra Sejati, kemenangan itu terasa lebih berarti karena datang setelah perjalanan yang tidak mudah. Dalam lima pertandingan sebelumnya, mereka menelan empat kekalahan dan hanya mampu meraih satu hasil imbang.

Pelatih Putra Sejati, Saari, mengatakan kemenangan tersebut tidak lepas dari upaya tim membangkitkan kembali motivasi para pemain. Moral skuad sempat menurun setelah mereka gagal meraih hasil memuaskan di sejumlah turnamen lain.

“Gol yang tercipta juga oleh seluruh pemain lama,” kata Saari.

Dalam pertandingan itu, Saari juga memberikan kesempatan kepada seluruh pemain yang baru didaftarkan. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan mental dan motivasi para pemain dalam menghadapi persaingan.

Menurut Saari, kesempatan bermain harus dibarengi dengan kesungguhan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Pemain yang belum mampu memenuhi harapan, kata dia, akan menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan tempat di pertandingan berikutnya.

Di sisi lain, pelatih Farama Indra Aditya menilai persoalan fisik menjadi salah satu faktor utama yang membuat timnya gagal mengimbangi permainan Putra Sejati. Sejumlah pemain tidak mengikuti program latihan sehingga kondisi tim tidak berada dalam keadaan ideal.

Upaya improvisasi yang dilakukan di lapangan pun belum berjalan efektif. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap permainan Farama, terutama ketika pertandingan memasuki fase-fase yang menentukan.

Kemenangan 7-3 memang belum mengubah Putra Sejati menjadi tim papan atas. Namun, tiga poin pertama itu bisa menjadi titik awal untuk membangun kembali kepercayaan diri setelah serangkaian hasil yang mengecewakan.

Sementara bagi Farama, kekalahan tersebut menjadi peringatan bahwa waktu untuk berbenah semakin sempit. Ketika kompetisi terus berjalan, menjaga kondisi fisik dan konsistensi permainan menjadi pekerjaan yang tidak dapat ditunda jika mereka ingin segera keluar dari dasar klasemen Grup Merah.|Foto : Moh.AminTjandra.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan