banner 728x250

Di Balik Layar yang Panjang, Ismail Sofyan Sani Kini Berjuang dari Tempat Tidur

*
banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Puluhan judul sinetron dan film pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang Ismail Sofyan Sani di industri perfilman Indonesia. Namun, di balik rekam jejaknya sebagai sutradara, kini Ismail tengah menghadapi ujian berat dalam kehidupannya.

Ismail, yang juga tercatat sebagai pengurus Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), mengaku sudah lebih dari setahun tidak dapat berjalan setelah mengalami masalah serius pada kaki kanannya hingga harus menjalani amputasi sampai lutut.

banner 325x300

Dalam pesan yang disampaikannya kepada rekan-rekan, Ismail mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-harinya sangat terbatas. Untuk berpindah dari tempat tidur ke kursi roda pun ia masih membutuhkan bantuan orang lain.

“Sudah lebih setahun saya tidak bisa jalan karena kaki kanan diamputasi sampai lutut,” tulis Ismail dalam pesannya.

Ia juga masih menjalani perawatan akibat luka pada kakinya yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi itu membuat Ismail harus lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur dan membutuhkan perawatan secara rutin.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk perawatan, Ismail selama ini menggunakan jasa perawat yang tinggal bersamanya. Perawat tersebut membantu berbagai kebutuhan Ismail sepanjang siang dan malam.

Situasi tersebut tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih, Ismail mengaku saat ini sudah tidak memiliki penghasilan.

Sementara itu, istrinya tetap bekerja sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan penghasilan yang terbatas. Tabungan yang sebelumnya digunakan untuk menopang kebutuhan keluarga dan biaya perawatan pun perlahan mulai menipis.

Karena kondisi tersebut, Ismail akhirnya memberanikan diri meminta bantuan kepada teman-teman dan orang-orang yang mengenalnya.

“Saya memberanikan diri untuk memohon donasi dari teman-teman seikhlasnya,” ungkapnya.

Permohonan itu bukan perkara mudah bagi Ismail. Setelah bertahun-tahun bekerja di balik layar dan ikut mewarnai perjalanan sinetron serta film Indonesia, ia kini harus menerima kenyataan bahwa dirinya membutuhkan uluran tangan orang lain.

Nama Ismail Sofyan Sani dikenal melalui sejumlah karya televisi sejak akhir 1990-an. Ia tercatat menyutradarai sejumlah sinetron seperti Asmara & Dara, Cintamu Telah Berlalu, Merah Hitam Cinta, Romantika, Doa dan Cinta, Dina & Lisa, Bukan Cinta Biasa, Culunnya Pacarku, hingga Superboy.

Karier penyutradaraannya juga berlanjut lewat sejumlah produksi seperti Ciung Wanara dan Misteri Gunung Merapi versi 2018 serta Nyi Roro Kidul versi 2019.

Di layar lebar, Ismail tercatat menyutradarai film Raga 11.11.11 pada 2011 dan True Heart pada 2013.

Kini, setelah bertahun-tahun berada di balik kamera, Ismail justru menjalani perjuangan yang sama sekali berbeda: berusaha memulihkan kondisi tubuh sekaligus mempertahankan kehidupan bersama keluarganya.

Bagi Ismail, permohonan bantuan tersebut menjadi jalan yang terpaksa ditempuh setelah berbagai sumber daya yang dimiliki semakin terbatas.

“Atas bantuannya saya sangat berterima kasih,” tutup Ismail dalam pesannya.

Perjalanan Ismail mengingatkan bahwa di balik gemerlap industri hiburan, ada pula para pekerja seni yang suatu ketika dapat menghadapi masa sulit dan membutuhkan perhatian dari lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Penulis : DaBon|Edotor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan