Intimate.co.id|JAKARTA— Ada kehilangan yang tidak pernah benar-benar selesai. Waktu mungkin membuat seseorang belajar menjalani hari, tetapi kenangan tentang orang yang dicintai tetap tinggal, menemukan jalannya sendiri untuk hadir.
Bagi Lina Rose Ratu Geboy, musik menjadi salah satu ruang untuk menyimpan kenangan itu.
Seniman yang berkarya di bidang tari, musik, dan film tersebut kini mengikuti Sayembara Lagu IQRA 2026 yang diselenggarakan Teras Kebinekaan. Ia membawakan lagu berjudul Allah Ingin Dunia Damai Sejahtera, dengan lirik karya Ogde B, vokal Lina Rose, serta aransemen musik oleh musisi dan produser Ronny Gadhuh.
Di balik keikutsertaannya dalam sayembara itu, tersimpan kisah personal yang tidak ringan. Pada 1 Maret 2026, Lina kehilangan putrinya, Nazwa Nuraeni, yang dikenal pula dengan nama panggung Nazwa Rose.
Bagi seorang ibu, kehilangan anak bukan perkara sederhana. Ada keseharian yang tiba-tiba berubah, percakapan yang berhenti, serta berbagai kenangan yang datang kembali melalui hal-hal kecil.
Bagi Lina, salah satu kenangan itu hadir melalui musik.
Nazwa dikenal memiliki bakat bernyanyi. Melihat potensi tersebut, Ronny Gadhuh kemudian menggarap single Sebel sebagai karya perdana Nazwa Rose.
Lagu itu kini tidak sekadar menjadi bagian dari perjalanan awal Nazwa sebagai penyanyi. Ia juga menjadi jejak yang tersisa sebuah karya yang dapat kembali didengar ketika keluarga dan orang-orang terdekat mengenang sosok Nazwa.
Ronny Gadhuh sendiri memiliki perjalanan kreatif bersama Lina Rose dan Nazwa. Keterlibatannya dalam sejumlah karya musik membuat kehilangan tersebut juga terasa sebagai kehilangan seorang rekan dalam perjalanan berkesenian.
Namun, karya memiliki cara sendiri untuk bertahan.
Suara yang pernah direkam tetap dapat diperdengarkan. Lagu yang pernah dinyanyikan tetap dapat kembali menemui pendengarnya. Dan nama seseorang yang telah pergi dapat terus disebut melalui karya yang ditinggalkannya.
Karena itu, kanal Humirtap Rose Music Official menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Di sana, karya-karya Lina Rose dan Nazwa Rose terdokumentasi sebagai rekam jejak perjalanan musik mereka.
Kini Lina kembali berkarya.
Melalui Allah Ingin Dunia Damai Sejahtera, ia menyampaikan pesan tentang kehidupan yang damai dan sejahtera. Lagu tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan Lina sebagai seniman setelah melewati sebuah kehilangan besar.
Tidak ada musik yang dapat menggantikan seorang anak.
Tetapi melalui musik, seorang ibu dapat menyimpan suara, cerita, dan kenangan tentang anaknya agar tidak hilang begitu saja.
Lina mungkin harus melanjutkan perjalanan tanpa Nazwa di sisinya. Namun, selama karya-karya itu masih dimainkan, kenangan tentang Nazwa tetap memiliki tempat untuk pulang.
Di sanalah musik bekerja: bukan menghapus duka, melainkan menemani seseorang belajar hidup berdampingan dengan rindu.[]
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















