banner 728x250

Bukan Sekadar Kejar Rp14 Miliar, BAZNAS Palembang Fokus Perluas Manfaat Zakat

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|PALEMBANG – Kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang periode 2026–2031 membawa semangat baru dalam mengelola dan menyalurkan zakat masyarakat.

Tak hanya mengejar peningkatan penghimpunan zakat, jajaran pengurus baru berkomitmen memperluas manfaat zakat hingga ke masyarakat di wilayah pinggiran Kota Palembang yang masih membutuhkan perhatian dan bantuan.

banner 325x300

Komitmen tersebut disampaikan setelah lima pengurus baru BAZNAS Kota Palembang menerima Surat Keputusan (SK) Wali Kota Palembang. Penyerahan SK berlangsung di Kantor Wali Kota Palembang, Parameswara, Jumat (14/8/2026).

Pengurus BAZNAS Kota Palembang menilai zakat bukan sekadar persoalan berapa besar dana yang berhasil dihimpun. Lebih dari itu, zakat merupakan amanah masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan dikembalikan dalam bentuk manfaat nyata bagi mereka yang berhak menerimanya.
“Bagi kami, ini bukan sekadar amanah. Ini adalah pertanggungjawaban dunia akhirat,” ujar salah satu pengurus BAZNAS Kota Palembang.
Menurutnya, dana yang dikelola BAZNAS merupakan dana umat yang berasal dari para muzaki, baik masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, setiap rupiah yang dipercayakan kepada BAZNAS harus dikelola secara hati-hati, transparan dan tepat sasaran.
Tiga tugas utama BAZNAS, yakni mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan zakat, akan menjadi dasar kerja kepengurusan periode 2026–2031.
Dana yang dihimpun tidak boleh berhenti hanya sebagai angka dalam laporan. Dana tersebut harus mampu memberikan dampak langsung kepada mustahik, terutama kaum dhuafa dan masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan.
“Kepercayaan umat kepada BAZNAS Alhamdulillah terus meningkat. Kepercayaan inilah yang harus kita jaga,” katanya.
Bidik Zakat Rp14 Miliar
Salah satu target yang dipatok kepengurusan baru adalah meningkatkan penghimpunan zakat hingga mencapai Rp14 miliar.
Target tersebut bukan perkara mudah. Berbeda dengan pajak yang memiliki mekanisme kewajiban berdasarkan regulasi, pembayaran zakat sangat bergantung pada kesadaran dan kepercayaan masyarakat.
“Ini bukan dana pajak. Ini dana umat dan kepercayaan,” tegasnya.

Karena itu, pendekatan kepada muzaki tidak cukup hanya dengan mengandalkan aturan. BAZNAS harus mampu membangun keyakinan bahwa dana yang dititipkan benar-benar dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang tepat.
Menurutnya, semakin besar kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS, semakin besar pula peluang peningkatan penghimpunan zakat.
Namun, kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui kinerja. Transparansi dalam pengelolaan, profesionalitas dalam pelayanan serta ketepatan sasaran dalam pendistribusian menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Kalau masyarakat yakin dana yang mereka titipkan dikelola dengan baik dan sampai kepada yang berhak, tentu kepercayaan akan semakin tumbuh,” ujarnya.

Prioritaskan Masyarakat Pinggiran
Selain meningkatkan penghimpunan, kepengurusan baru BAZNAS Kota Palembang juga memberi perhatian khusus kepada masyarakat di wilayah pinggiran kota.
Kelompok masyarakat yang selama ini telah tersentuh program bantuan BAZNAS akan terus diperhatikan, sementara cakupan penerima manfaat akan diupayakan semakin luas.
“Walaupun sebelumnya sudah kita sentuh, ke depan akan kita tingkatkan lagi,” katanya.
Fokus tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Palembang agar keberadaan BAZNAS dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam membantu masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Bagi pengurus baru, masyarakat di wilayah pinggiran tidak boleh luput dari perhatian. Sebab, persoalan ekonomi dan kebutuhan sosial tidak hanya berada di pusat kota, tetapi juga terdapat di kawasan yang jauh dari pusat pelayanan.

 

Program bantuan diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi secara bertahap dapat diarahkan untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi.
Dengan demikian, zakat tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat.

Pegang Prinsip 3A
Dalam menjalankan amanah tersebut, BAZNAS Kota Palembang akan berpegang pada prinsip 3A, yakni aman syar’i, aman regulasi dan aman NKRI.
Prinsip tersebut akan menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan.

Aman syar’i berarti seluruh pengelolaan dan pendistribusian zakat harus sesuai dengan ketentuan agama. Aman regulasi berarti seluruh proses kelembagaan harus mengikuti aturan yang berlaku. Sementara aman NKRI menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus tetap berada dalam koridor kepentingan bangsa dan negara.

Pengurus juga berencana menerapkan target kerja setiap tahun. Capaian tersebut nantinya akan dievaluasi secara berkala untuk melihat program yang telah berjalan sekaligus menentukan langkah perbaikan.

Evaluasi menjadi penting agar BAZNAS tidak sekadar mempertahankan capaian sebelumnya, tetapi terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki maupun mustahik.
Terbuka terhadap Kritik
Kepengurusan baru BAZNAS Kota Palembang juga membuka ruang bagi masyarakat dan media untuk memberikan kritik serta masukan.
Menurut pengurus, kritik merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan kelembagaan.

“Tidak ada yang sempurna. Kritik dan masukan itu penting untuk bahan evaluasi kami ke depan,” ujarnya.

Keterbukaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun BAZNAS yang semakin dipercaya masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan BAZNAS bukan semata-mata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa luas manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dari dana tersebut.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, BAZNAS Kota Palembang menargetkan pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan dan tepat sasaran.

Target penghimpunan Rp14 miliar menjadi salah satu indikator kinerja. Namun di balik target tersebut terdapat tujuan yang lebih besar, yakni memastikan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaat zakat.

Sebab, setiap rupiah zakat yang dipercayakan kepada BAZNAS pada akhirnya bukan hanya angka dalam laporan, melainkan amanah yang diharapkan mampu mengubah kehidupan masyarakat dan menghadirkan kebermanfaatan bagi umat.

 

Jurnalis : Fiki

Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan