Intimate.co.id|JAKARTA – Tunas Indonesia tampil dominan pada pekan kedelapan Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur 2026. Menghadapi Real Jakarta FC di Lapangan 2 Sintetis PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026), Tunas Indonesia menang telak 4-0.
Pertandingan yang dimulai pukul 10.15 WIB itu dipimpin wasit Iwan, dibantu asisten wasit Dian Jamani dan Pungut.
Tunas Indonesia langsung menggebrak. Baru satu menit pertandingan berjalan, Roni Septian Yuliansyah (26) sudah membobol gawang Real Jakarta yang dikawal Anugrah Putra Duano.
Empat menit berselang, Tunas kembali mencetak gol. Kali ini giliran Aufa Syandana Rahman (17) yang membuat papan skor berubah menjadi 2-0.
Real Jakarta berusaha keluar dari tekanan. Namun, permainan Tunas Indonesia masih terlalu sulit dibendung.
Pada menit ke-24, Danish Saliman Harijadi (11) menambah keunggulan Tunas menjadi 3-0.
Tekanan Tunas belum berhenti. Menit ke-38, kapten Zhaky Mubarok Zulkifli (22) ikut mencatatkan namanya di papan skor. Tunas Indonesia pun menutup laga dengan kemenangan 4-0.
Dua kartu kuning keluar sepanjang pertandingan. Pemain Tunas Indonesia Radith Ya Keenan Nararya (20) mendapat kartu kuning pada menit ke-28. Sementara kapten Real Jakarta Muhammad Zidni Irawan (13) diganjar kartu kuning pada menit ke-39.
Talent scouting Berti Tutuarima, melihat kemenangan tersebut sebagai gambaran adanya perbedaan kualitas permainan kedua tim.
Menurut Berti, Real Jakarta masih berada di papan bawah sehingga Tunas Indonesia mampu lebih banyak mengendalikan pertandingan.
Namun, kemenangan besar itu bukan berarti tanpa catatan.
Pelatih Tunas Indonesia Harry Abriani menilai anak asuhnya masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam membangun transisi dari bertahan ke menyerang.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat tiga poin. Tapi organisasi pemain masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, terutama transisi antara bertahan dan menyerang,” ujarnya.
Ia menilai empat gol yang tercipta lebih banyak lahir dari kualitas individu pemain dibandingkan kematangan skema permainan.
Persoalan kebugaran juga menjadi tantangan. Mayoritas pemain Tunas Indonesia harus membagi waktu antara sekolah dan sepak bola.
“Anak-anak ini latihannya biasa. Mereka pulang sekolah sekitar jam lima. Latihan paling seminggu sekali, bahkan kadang tidak sama sekali,” katanya.
Kondisi tersebut membuat pelatih kesulitan membangun organisasi permainan secara konsisten. Apalagi pertandingan berlangsung dalam cuaca panas dan membutuhkan stamina tinggi.
“Untuk bertahan dan menyerang butuh stamina. Mereka kadang tidak kuat lagi. Jadi secara kasat mata memang masalah kebugaran,” ujarnya.
Ia berharap tersedia waktu latihan yang lebih ideal, terutama pada akhir pekan. Namun, jadwal pertandingan Liga Soeratin yang juga berlangsung Sabtu dan Minggu membuat kesempatan latihan bersama menjadi terbatas.
“Kadang hari ini yang datang siapa, besok yang datang siapa. Sulit membentuk komposisi. Kalau hari libur ada latihan bersama, mungkin kita bisa membentuk skema tim,” katanya.
Meski begitu, kemenangan 4-0 menjadi modal penting Tunas Indonesia dalam perjalanan kompetisi. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa kualitas individu pemain bisa menjadi pembeda ketika organisasi permainan belum sepenuhnya terbentuk.

PSF Academy Menang Tipis
Pada pertandingan lainnya di Lapangan 1 Sintetis PSF Pancoran, PSF Academy harus bekerja keras menghadapi Rorotan United.
Dalam pertandingan berdurasi 2×30 menit itu, PSF Academy akhirnya menang tipis 1-0.
Pertandingan dipimpin wasit Dian dengan asisten wasit Pungut dan Iswadi.
Gol tunggal PSF Academy lahir pada menit ke-52 melalui Rival Aditya Ana (10).
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat. PSF Academy mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Wasit Dian juga mengeluarkan kartu kuning untuk pemain PSF Academy, Wijaya, pada menit ke-28.
Dua pertandingan di PSF Pancoran tersebut kembali memperlihatkan wajah Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur 2026: ada tim yang menang dengan margin besar, tetapi ada pula laga yang harus ditentukan lewat satu gol.
Di level usia muda, bukan hanya skor yang menjadi catatan. Konsistensi latihan, kebugaran, organisasi permainan, dan kemampuan pemain menerjemahkan strategi menjadi bagian penting dari proses menuju level sepak bola yang lebih tinggi.|Foto Prass
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : intimate.co.id


















