banner 728x250

Amin Abdullah, Direktur Musik Kemenekraf, Rilis Single ‘Biarkan Ada Ruang di Antara Kita’

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co,id | Jakarta  – Kesibukan sebagai Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif tak menghalangi Dr. Mohammad Amin, M.Sn., MA atau yang dikenal sebagai Amin Abdullah, untuk berkarya di dunia musik.

Amin justru turun langsung ke dapur rekaman dan meluncurkan single “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita”. Menariknya, lagu tersebut ditulis sekaligus dinyanyikan sendiri oleh Amin.

banner 325x300

Bagi Amin, merilis lagu bukan sekadar menyalurkan hobi atau ekspresi pribadi. Karya tersebut menjadi bagian dari upayanya merasakan secara langsung bagaimana dinamika industri musik berlangsung di era digital.

“Peluncuran lagu ini tentu saja bermaksud untuk praktik langsung pada industri musik agar mengetahui perkembangan terkini. Insya Allah juga akan berguna menambah wawasan saya sebagai birokrat dan akademisi,” ujar Amin.

Di luar tugasnya sebagai pejabat di bidang musik, Amin juga dikenal sebagai akademisi. Ia mengajar mata kuliah Kebudayaan dan Industri Kreatif di sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia, Sunway University Malaysia, dan Institut Kesenian Jakarta.

Pesan untuk Para Bucin

Dari sisi tema, “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita” mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan percintaan. Lagu ini seolah menjadi pengingat bagi mereka yang sedang dimabuk asmara alias BUCIN (Budak Cinta).

Menurut Amin, mencintai seseorang bukan berarti harus menguasai seluruh ruang hidup pasangan.

Cinta, kata dia, tetap membutuhkan batas dan ruang agar masing-masing individu dapat berkembang, berkarya, sekaligus tetap menjadi dirinya sendiri.

“Sayang boleh, cinta wajib, tetapi jangan sampai menggenggam terlalu erat hingga pasangan kehilangan ruang untuk bernapas,” tutur Amin.

Pesan tersebut menjadi salah satu daya tarik lagu yang dirilisnya. Di balik tema romantis, Amin mencoba menyelipkan refleksi tentang pentingnya keseimbangan dalam sebuah hubungan.

Produksi Musik Makin Mudah, Promosi Justru Jadi Tantangan

Tak hanya bicara soal cinta, Amin juga menggunakan pengalamannya merilis lagu untuk melihat lebih dekat perkembangan industri musik digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat proses produksi dan distribusi musik kini semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru, terutama dalam hal promosi.

“Biaya produksi lagu dalam zaman digital bisa lebih murah, namun justru biaya promosinya bisa besar sekali karena banyak sekali supply lagu dan mudah untuk masuk ke digital streaming platform,” jelasnya.

Menurut Amin, derasnya arus karya musik yang masuk ke berbagai platform digital membuat musisi harus memiliki strategi agar lagunya tidak sekadar dirilis, tetapi juga didengar dan dikenal publik.

Kenalkan Strategi 3F

Untuk mendukung promosi karya di era digital, Amin memperkenalkan konsep 3F, yakni Friends, Family, Foes.

Menurutnya, lingkungan terdekat dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan sebuah karya. Teman, keluarga, bahkan orang-orang yang memiliki hubungan kurang harmonis sekalipun dapat ikut membantu menyebarluaskan lagu melalui unggahan media sosial, share, maupun bentuk dukungan promosi lainnya.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa di tengah banjir karya musik digital, musisi tidak cukup hanya mengandalkan kualitas lagu. Karya juga membutuhkan jejaring dan strategi komunikasi agar dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.

Untuk distribusi, single “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita” menggunakan agregator Langitku untuk mendukung distribusi ke Langit Musik, DSP nasional di bawah NUON.

Lagu tersebut juga dapat ditemukan di sejumlah platform musik global seperti Spotify, YouTube, dan Apple Music.

Bukan Sekadar Hobi

Bagi Amin, pengalaman menjadi musisi sekaligus pejabat yang menangani bidang musik memberikan perspektif berbeda dalam memahami industri kreatif.

Ia dapat melihat langsung bagaimana sebuah lagu diproduksi, didistribusikan hingga dipromosikan kepada publik.

Dengan begitu, pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas personal, tetapi menjadi pengalaman praktis yang dapat memperkaya pemahamannya sebagai birokrat dan akademisi di bidang industri kreatif.

Lewat “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita”, Amin Abdullah seolah menyampaikan dua pesan sekaligus. Dalam hubungan, cinta membutuhkan ruang. Sementara dalam industri musik, sebuah karya membutuhkan strategi agar tidak tenggelam di tengah derasnya arus musik digital.

“Mohon doanya agar berkah dan amanah,” pungkas Amin.

 

Jurnalis: KelanaPeterson        Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan