banner 728x250

JITEX 2026 Digelar Tanpa APBD, Jakarta Bidik Potensi Investasi Rp16 Triliun

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA— Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama sektor swasta kembali menggelar Jakarta International Investment, Tourism, Trade and SMEs Expo (JITEX) 2026. Ajang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pembeli tersebut menargetkan potensi transaksi dan investasi mencapai Rp16 triliun.

JITEX 2026 akan berlangsung pada 16-19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari pameran produk, business matching, forum bisnis dan investasi, hingga penandatanganan kerja sama antara pemasok, pembeli, dan investor.

banner 325x300

Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) sekaligus Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengatakan target Rp16 triliun berasal dari potensi investasi dan perdagangan yang diharapkan tercipta selama penyelenggaraan JITEX.

“Targetnya kita kira-kira Rp16 triliun tahun ini. Itu dari investasi yang kita harapkan bisa kita potensi,” kata Budi dalam konferensi pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Budi, JITEX juga menjadi pintu masuk bagi produk lokal, termasuk produk binaan Jakpreneur, untuk menembus jaringan ritel modern dan pasar business to business (B2B).

ATTEC dan HIPPINDO, kata dia, memiliki jaringan dengan berbagai asosiasi pemasok yang menaungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami harapkan jaringan ini bisa menjadi jalur bagi produk lokal Jakarta masuk ke ritel modern, restoran, hingga sektor makanan dan minuman,” tuturnya.

Jajaki Investasi Asing

Selain mendorong perdagangan, JITEX 2026 juga menjadi wadah penjajakan investasi asing. Sejumlah investment forum sebelumnya telah digelar di Guangzhou dan Shenzhen, China.

Hasil penjajakan tersebut kemudian dibawa ke JITEX 2026 untuk mempertemukan calon investor dengan pelaku usaha di Indonesia.

“Harapannya mereka tertarik untuk membuka perusahaan dan berusaha di Indonesia. Kita juga harapkan mereka dapat membeli barang-barang lokal dan membawa investasi,” ujar Budi.

Mengusung tema “Ignite the Economy”, JITEX 2026 diarahkan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional.

Budi menilai posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan dan bisnis membuat aktivitas ekonomi di Ibu Kota berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap daerah lain.

“Jakarta ini sangat sentral. Ignite the Economy ini memang nanti dari Jakarta bisa menyalakan ekonominya,” katanya.

Digelar Tanpa APBD

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan JITEX 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga. Namun, ada hal berbeda pada pelaksanaan tahun ini.

Untuk pertama kalinya, JITEX digelar oleh asosiasi usaha tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Yustinus, pola tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah. Karena itu, dampak dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha perlu diukur secara lebih konkret.

“Kami rasa akan menjadi hal yang sangat bagus jika kita menghitung kegiatan bukan dari jumlah event-nya saja, tapi kita bisa mengukur dampaknya sekaligus menjadikan ini sebagai batu uji untuk memperkuat kolaborasi,” kata Yustinus, mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,52 persen pada triwulan II menunjukkan kuatnya peran Ibu Kota sebagai kota jasa dan perdagangan.

Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional tercatat mencapai 16,32 persen. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 18,24 persen.

“Ini semakin menegaskan peran Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan,” ujar Yustinus.

Ia berharap JITEX tidak berhenti sebagai ajang pameran dan transaksi, tetapi berkembang menjadi forum multipihak untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha di Jakarta.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah perizinan dan pelayanan pemerintah.

Pemprov DKI Jakarta, kata Yustinus, akan mendorong pengukuran kualitas layanan melalui Service Level Agreement (SLA), termasuk memastikan kepastian waktu penyelesaian berbagai proses perizinan.

“Kita coba bikin best practice layanan prima, berapa hari, berapa jam yang bisa kita berikan kepada calon investor atau pelaku usaha sehingga mereka betul-betul merasakan kemudahan,” katanya.

Dorong UMKM Masuk Pasar Global

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan JITEX 2026 menjadi kesempatan bagi UMKM Jakarta untuk memahami kebutuhan pasar global.

“Kita ingin UMKM bisa melihat kebiasaan dari global, seperti apa produk-produk yang diinginkan dan diproduksi di Indonesia, khususnya Jakarta,” kata Elisabeth.

Menurut dia, pertemuan antara pelaku UMKM dengan pembeli maupun investor dapat membantu pelaku usaha memahami standar dan kebutuhan pasar secara langsung.

Elisabeth menilai penyelenggaraan JITEX juga menjadi salah satu bentuk creative financing yang sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam menggerakkan perekonomian Ibu Kota.

Dengan target potensi transaksi dan investasi Rp16 triliun, JITEX 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan kesepakatan bisnis selama pameran berlangsung, tetapi juga menciptakan kerja sama dan investasi yang berkelanjutan bagi Jakarta.|Saumber : Dinas Kominfotik

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan