Intimate.co.id|JAKARTA — Dunia usaha farmasi dan bulu tangkis Indonesia kehilangan salah satu sosok yang pernah mengabdikan sebagian perjalanan hidupnya di dua bidang tersebut. Titus Kartika Kurniadi meninggal dunia di RS Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Titus berpulang dalam usia 89 tahun. Ia lahir di Gombong, Jawa Tengah, 29 Januari 1937, dengan nama Kho Tjong Kwie.
Jenazah Titus disemayamkan di Rumah Duka Ukrida, lantai 5, Ruang Agape 2. Pemakaman dijadwalkan berlangsung di San Diego Hills pada Jumat (4/9/2026).
Kepergian Titus menutup perjalanan panjang seorang pengusaha yang tidak hanya menekuni dunia bisnis, tetapi juga aktif dalam organisasi industri farmasi dan olahraga nasional.
Titus menempuh pendidikan dasar dan sekolah menengah pertama di Gombong. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Nusantara, Sosrowijayan, Yogyakarta. Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menyelesaikannya pada 1962.
Setahun kemudian, Titus mengawali perjalanan profesionalnya sebagai karyawan bagian pembukuan PT Minorock Trading Company.
Dari dunia keuangan dan administrasi, perhatiannya kemudian tertuju pada industri farmasi. Pilihan tersebut mengantarkannya pada perjalanan karier yang panjang hingga dipercaya menduduki posisi pimpinan perusahaan.
Pada 1979, Titus dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Hexpharm Jaya. Setahun berselang, ia juga menjabat Presiden Direktur PT Technocrete.
Pengabdiannya di dunia farmasi tidak berhenti pada perusahaan. Titus turut mengambil bagian dalam organisasi pengusaha farmasi. Ia pernah menjadi Bendahara Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) periode 1978-1981 dan kemudian dipercaya sebagai Ketua Bidang Pedagang Besar Farmasi GPFI mulai 1981.
Di luar dunia usaha, bulu tangkis juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Titus pernah dipercaya sebagai Bendahara Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada 1977-1981. Kiprahnya di organisasi tersebut berlanjut ketika pada 1985 ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Luar Negeri PBSI.
Peran tersebut menempatkannya sebagai bagian dari perjalanan organisasi bulu tangkis Indonesia dalam membangun hubungan dan jejaring dengan dunia internasional.
Bagi Titus, perjalanan hidup tidak semata-mata tentang jabatan yang pernah diemban. Ia meninggalkan jejak melalui keterlibatannya dalam dunia usaha, organisasi profesi, dan olahraga yang menjadi kebanggaan Indonesia.
Dalam kehidupan keluarga, Titus menikah dengan Williarti. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak.
Kini, keluarga, sahabat, kolega, serta mereka yang pernah mengenal dan bekerja bersama Titus harus melepas kepergiannya.
Seorang putra Gombong telah menempuh perjalanan panjang: dari bangku sekolah di kota kecil Jawa Tengah, melanjutkan pendidikan di Yogyakarta, kemudian mengukir karier di Jakarta dan mengambil bagian dalam perjalanan industri farmasi serta bulu tangkis Indonesia.
Titus Kartika Kurniadi telah berpulang. Namun, jejak pengabdian yang ditinggalkannya akan terus menjadi bagian dari perjalanan orang-orang yang pernah bersinggungan dengan hidupnya.
Selamat jalan, Titus Kartika Kurniadi.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















