banner 728x250

“Untuk Indonesia”, Guruh Sukarno putra Serukan Kecintaan Tanah Air melalui Seni dan Budaya

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co,id | JAKARTA – Kecintaan terhadap Indonesia, menurut Guruh Sukarno putra, tidak cukup hanya diwujudkan melalui kata-kata. Kecintaan itu perlu hadir dalam bentuk perhatian terhadap masyarakat, lingkungan, serta kekayaan budaya bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Guruh dalam pagelaran seni dan budaya “Untuk Indonesia” di Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

banner 325x300

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran grup paduan suara Gema Indonesia serta penggalangan dana bagi anak-anak penyintas kanker.

Beragam pertunjukan seni dan budaya ditampilkan dalam acara tersebut. Kidung Bali, tari tradisional, paduan suara hingga pertunjukan musik menjadi bagian dari rangkaian acara.

Di sela kegiatan, Guruh menyampaikan pemikirannya mengenai makna mencintai Indonesia.

“Cinta itu nggak harus misteri. Cinta semua, cinta pemandangan kita, cinta negeri kita, tanah air kita,” ujar Guruh.

Ia menilai kecintaan terhadap Tanah Air seharusnya tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai pusat perhatian.

“Seberapa cinta kalau diri saya nomor satu, diutamakan dan dikedepankan?” katanya.

Guruh mengaku tersentuh ketika melihat kehidupan masyarakat Indonesia. Anak-anak, petani dan nelayan, menurut dia, merupakan bagian dari wajah Indonesia yang perlu diperhatikan.

“Saya lihat pemandangan, lihat anak-anak Indonesia, lihat petani, nelayan dan lain-lain, saya menangis,” tutur Guruh.

Ia juga mengungkapkan kegelisahannya mengenai generasi muda yang dinilainya masih banyak belum mengenal Indonesia dan kebudayaannya.

“Saya menyadari begitu banyak anak Indonesia tidak mengenal Indonesia, budaya Indonesia. Kita perlu sadari bersama,” ujarnya.

Karena itu, seni dan budaya menjadi medium penting untuk memperkenalkan kembali identitas Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain pertunjukan seni, “Untuk Indonesia” juga menghadirkan kegiatan charity melalui lelang berbagai karya. Songket Sumatera, pakaian batik dan sejumlah karya lainnya dilelang dalam acara tersebut.

Dari hasil lelang yang berlangsung, dana yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp200 juta.

Penggalangan dana tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dihadirkan bersamaan dengan pagelaran seni dan budaya.

Melalui “Untuk Indonesia”, Guruh tidak hanya menghadirkan panggung pertunjukan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali melihat Indonesia melalui kekayaan budaya dan kehidupan masyarakatnya.

Jurnalis: KelanaPeterson        Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan