banner 728x250

Merawat Toleransi Lewat Perjumpaan, BLA Semarang Gandeng Vihara Tanah Putih Bangun Kerukunan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|SEMARANG – Di tengah kemajemukan Indonesia, menjaga kerukunan tidak cukup hanya melalui regulasi pemerintah. Ruang-ruang perjumpaan antarmasyarakat dinilai menjadi kunci untuk merawat toleransi, salah satunya melalui peran rumah ibadah sebagai pusat pembelajaran moderasi beragama.

Pandangan itu mengemuka dalam kemitraan yang dibangun Balai Litbang Agama (BLA) Semarang bersama Vihara Tanah Putih Semarang. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat praktik moderasi beragama melalui interaksi langsung lintas umat, sehingga nilai toleransi tidak berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

banner 325x300

Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Moch. Muhaemin, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan berupa keberagaman agama, suku, budaya, dan kepercayaan yang harus dirawat dengan sikap saling menghormati.

“Bangsa kita adalah bangsa yang majemuk. Keberagaman merupakan anugerah, tetapi juga menuntut kedewasaan kita dalam bersikap. Karena itu, penguatan moderasi beragama menjadi sangat penting agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis dan damai,” ujarnya di Semarang,Kamis (23/7/2026).

Menurut Muhaemin, keberhasilan moderasi beragama tidak dapat diwujudkan hanya melalui kebijakan pemerintah. Rumah ibadah memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta kebangsaan.

Ia menilai kemitraan dengan rumah ibadah dapat menghadirkan praktik nyata moderasi beragama. Melalui interaksi antarkelompok yang berbeda latar belakang, masyarakat dapat belajar membangun rasa saling percaya dan menghargai perbedaan.

Muhaemin berharap rumah ibadah terus berkembang tidak hanya sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi pusat dialog lintas iman, pendidikan kebangsaan, dan penguatan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa.

Komitmen serupa disampaikan Kepala Vihara Tanah Putih Semarang, Bhikkhu Cattamano Mahāthera. Menurutnya, vihara secara konsisten membuka ruang bagi berbagai kegiatan sosial, meditasi, dan dialog lintas iman yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman, Vihara Tanah Putih juga menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta Muslim yang mengikuti kegiatan lintas iman agar seluruh peserta dapat beraktivitas dengan nyaman sesuai keyakinannya.

Bhikkhu Cattamano menjelaskan, kegiatan di vihara secara rutin melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, akademisi, hingga penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi sarana membangun ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan.

Menurutnya, dialog dan perjumpaan langsung menjadi cara efektif mengikis prasangka yang kerap muncul akibat minimnya interaksi. Ketika masyarakat dari latar belakang berbeda saling mengenal, yang tumbuh bukan lagi kecurigaan, melainkan pemahaman dan keinginan hidup berdampingan secara damai.

Ia menambahkan, pengalaman bersama melalui dialog maupun meditasi lintas iman memperlihatkan bahwa setiap agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan, penghormatan terhadap sesama, serta upaya menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bersama.|Sumber Kemenag RI

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan