Intimate.co.id|JAKARTA – Perjalanan Irvan Abdul Kharim menuju level Elite Pro Academy (EPA) U18 mulai menemukan babak baru. Pemain sayap asal Jakarta itu resmi lolos seleksi dan masuk skuad EPA U18 Isenmulang FC.
Kabar tersebut menjadi buah manis dari perjalanan panjang Irvan di sepak bola usia muda. Pemain kelahiran Jakarta, 14 Oktober 2009, itu sebelumnya menimba pengalaman di sejumlah kompetisi nasional dan regional.
Irvan yang memiliki tinggi 168 cm dengan berat 53 kg berposisi sebagai winger kanan maupun kiri. Kaki kirinya menjadi salah satu senjata yang diandalkan dalam permainan.
Sebelum bergabung dengan Pemuda Jaya, Irvan lebih dulu menimba ilmu di Soccer One dan SSB ISA MB. Sekitar dua tahun terakhir, ia menjadi bagian dari akademi Pemuda Jaya.
Di Pemuda Jaya, Irvan mengaku mengalami banyak perubahan, bukan hanya dari sisi teknik permainan tetapi juga mental bertanding.
“Saya sangat senang berada di akademi Pemuda Jaya. Saya merasa banyak perubahan di diri saya semenjak di Pemuda Jaya, dari gaya main saya dan mental saya bertanding,” kata Irvan dalam wawancara dengan Intimate.co.id lewat telephon,Selasa(29/9)
Ia juga memberikan apresiasi kepada pelatih Pemuda Jaya, Bagus Tristya, yang dinilainya punya karakter tegas tetapi tetap memberikan perhatian kepada pemain.
“Saya juga mau berterima kasih kepada Coach Bagus yang sudah membimbing saya sampai saat ini. Beliau dikenal orang yang tegas tetapi juga mempunyai hati yang baik,” ujarnya.
Dari Liga Jakarta U-17 Menuju EPA
Langkah Irvan menuju EPA U18 tidak datang secara instan. Ia sebelumnya tampil di Liga Jakarta U-17 sejak 2025.
Menariknya, Irvan dipercaya naik kategori untuk bermain bersama kelompok usia 2008. Kompetisi tersebut kemudian menjadi salah satu ruang penting bagi perkembangannya sebelum mengikuti proses seleksi EPA.
Coach Bagus Tristya menyebut kerja keras dan konsistensi Irvan akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, komitmen dan kerja keras Irvan membuahkan hasil dengan keberhasilannya lolos dan masuk dalam skuad EPA U18 Isenmulang FC,” kata Bagus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Liga Jakarta U-17 yang menjadi bagian dari proses pembinaan Irvan.
“Terima kasih juga kepada Liga Jakarta U-17 yang menjadi tempat ditempanya Irvan dari musim tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Bagus, keputusan mempromosikan Irvan ke kategori usia 2008 akhirnya terbayar.
“Irvan sudah bermain di Liga Jakarta U-17 sejak tahun 2025 dengan naik usia ke kategori usia 2008. Dan Irvan membuktikan bahwa penilaian tim pelatih tidak salah dengan mempromosikannya ke kategori usia 2008,” tutur Bagus.
Koleksi Pengalaman Kompetisi
Sebelum mendapatkan tiket menuju EPA U18, Irvan sudah mengikuti berbagai kompetisi.
Di antaranya Indonesia Junior League 2021, KBPP Polri Cup Nasional 2022, TopYouth Jakarta 2023, Jakarta Football World Cup 2024, Soeratin Askot Jakarta Timur 2024, Liga Sentra 2024, Liga Pro Indonesia 2024-2025, Soeratin Regional DKI 2025, hingga Piala Gubernur DKI kelahiran 2008.
Ia juga sempat mengikuti proses seleksi EPA Garudayaksa hingga tahap terakhir pada 2026 serta memperkuat Popprov Jakarta Timur 2026.
Sejumlah catatan prestasi ikut menghiasi perjalanan Irvan, antara lain runner-up Indonesia Junior League 2021, juara Jakarta Football World Cup 2024, runner-up Liga Pro Indonesia 2024, runner-up Liga Sentra 2024, serta peringkat keempat Liga Pro Indonesia 2025.
Irvan juga pernah meraih penghargaan Man of the Match (MOTM) Liga Sentra.
Bersyukur dan Tak Ingin Cepat Puas
Bagi Irvan, lolos ke EPA U18 bukanlah garis akhir. Justru, ia melihatnya sebagai pintu menuju perjalanan yang lebih panjang.
“Pertama saya bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Allah SWT. Saya sangat senang tahun ini bisa bermain di EPA. Saya masih tidak menyangka, tetapi di lain sisi saya sangat senang,” kata Irvan.
Ia sadar tantangan berikutnya akan lebih berat. Karena itu, Irvan ingin menjadikan kompetisi EPA sebagai tempat belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Keberhasilan ini bukan akhir. Semua ini adalah perjalanan baru saya untuk ke depannya supaya lebih baik lagi. Saya berharap saya bisa memberikan performa terbaik saya dan membawa banyak ilmu dari kompetisi EPA ini, terutama di tim Isenmulang,” ujarnya.
Di luar lapangan, Irvan kini duduk di kelas XII SMK Swadaya Global School, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pesepak bola yang mengidolakan Paulo Dybala dan pemain Timnas Indonesia Ole Romeny itu juga menyimpan cita-cita sederhana: menjadi orang yang berguna dan mampu membalas perjuangan keluarga yang selama ini mendukungnya.
“Cita-cita saya menjadi orang yang berguna. Setidaknya saya bisa memberikan sesuatu kepada ketiga orang tua saya yang sudah mengurus saya dari kecil. Saya mau berterima kasih kepada mereka karena sudah merawat saya dengan tulus sampai saat ini,” ucapnya.
Ada Peran Besar Keluarga
Di balik perjalanan Irvan, ada tiga sosok yang disebutnya sebagai orang yang selama ini bekerja keras mendukung kariernya di sepak bola: sang ibu, Nia Kurniasih, serta orang tua angkatnya, Endang Purwani dan Dulhadi.
Endang mengungkapkan, Irvan sudah diperkenalkan dengan sepak bola sejak usia 10 tahun. Perjalanannya dimulai dari Soccer One, kemudian berlanjut ke SSB ISA MB dan akhirnya Pemuda Jaya pada 2024.
“Irvan Abdul Kharim lahir di Jakarta pada 14 Oktober 2009. Di usia genap 10 tahun, Irvan sudah disekolahkan sepak bola oleh kami di Soccer One, lalu berlanjut ke SSB ISA MB. Pada 2024 Irvan bergabung di Pemuda Jaya hingga saat ini,” tutur Endang.
Endang juga menjelaskan bahwa dirinya bersama Dulhadi ikut membesarkan Irvan sejak masih berusia dua tahun. Irvan tetap memiliki ibu kandung, Nia, yang hingga kini juga menjadi bagian dari keluarga yang mendukung perjalanannya.
Soal lolosnya Irvan ke EPA U18, Endang menyebut keluarga memberikan dukungan penuh.
“Karena anak saya Irvan Abdul Kharim memiliki prestasi di bidang sepak bola, kami mendukung penuh apa yang menurut anak saya baik, dengan melaksanakan seleksi secara profesional dan transparan atas dasar prestasi dari Sekolah Sepak Bola Pemuda Jaya,” katanya.
Kini, harapan keluarga semakin besar. Endang ingin perjalanan Irvan di EPA menjadi pijakan untuk menembus level sepak bola profesional.
“Harapan saya ke depannya, Irvan dapat bergabung dalam kejuaraan sepak bola Indonesia dan bisa melangkah lebih jauh ke kancah Timnas Indonesia,” ujarnya.
Dari lapangan pembinaan Pemuda Jaya, Liga Jakarta U-17, hingga kini mendapatkan kesempatan di EPA U18 Isenmulang FC, Irvan memasuki fase baru.
Bukan lagi sekadar mengejar kesempatan bermain, tetapi membuktikan bahwa proses panjang, disiplin, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.[]
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















