banner 728x250

Abang dan None Jakarta 2026, Wajah Muda Ibu Kota Menuju Usia 500 Tahun

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Malam final Pemilihan Abang dan None Jakarta 2026 bukan sekadar panggung untuk menentukan duta muda ibu kota. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan wajah Jakarta yang modern, kreatif, sekaligus tetap berakar pada budaya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Malam Final Pemilihan Abang dan None Jakarta 2026 di Ciputra Artpreneur Theater, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

banner 325x300

Dalam kesempatan itu, Rano meminta para Abang dan None Jakarta menjadi representasi generasi muda yang mampu mengenalkan budaya, kreativitas, serta berbagai potensi Jakarta kepada masyarakat Indonesia hingga dunia internasional.

Menurut Rano, peran tersebut semakin penting karena Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Di tengah transformasi menjadi kota global, Jakarta diharapkan tidak kehilangan akar budaya dan jati dirinya.

«“Menjadi Abang dan None bukan semata-mata tentang selempang atau gelar. Di baliknya ada nama Jakarta yang melekat, ada citra kota yang harus dijaga, dan ada nilai-nilai budaya yang harus terus dirawat,” ujar Rano.»

Ia mengatakan, proses seleksi dan pembekalan yang telah dijalani para finalis memberikan pemahaman lebih luas mengenai Jakarta. Pengetahuan tersebut mencakup pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, hingga berbagai potensi yang dimiliki ibu kota.

Bekal itu, kata Rano, diharapkan tidak berhenti pada malam final. Para Abang dan None terpilih dapat meneruskannya dengan memperkenalkan Jakarta melalui berbagai cara yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Ke depan, kita ingin Jakarta terus tumbuh menjadi kota global yang modern tanpa meninggalkan akar budaya dan jati dirinya,” katanya.

Menjadi Jembatan Jakarta dan Dunia

Rano menilai Abang dan None memiliki posisi sebagai penghubung antara Jakarta, generasi muda, dan masyarakat internasional.

Jakarta, menurut dia, tidak hanya dapat diperkenalkan melalui gedung pencakar langit dan perkembangan infrastrukturnya. Identitas kota juga hidup melalui budaya, kuliner, komunitas, kreativitas, serta karakter masyarakatnya.

“Sebagai representasi Jakarta, Abang dan None adalah jembatan yang menghubungkan Jakarta dengan generasi muda dan dunia. Ceritakanlah Jakarta melalui budaya, kreativitas kuliner, komunitas, serta kehangatan masyarakatnya,” tuturnya.

Perkembangan ruang komunikasi digital juga dinilai membuka kesempatan yang semakin besar. Abang dan None dapat memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan Jakarta kepada audiens yang lebih luas, dengan tetap mengedepankan kreativitas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

Rano juga mengingatkan bahwa malam final bukanlah akhir dari perjalanan para finalis. Gelar yang diperoleh bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang lebih penting adalah bagaimana para generasi muda tersebut terus memberikan kontribusi melalui karya dan kegiatan positif.

“Kemenangan kita rayakan, tetapi apa pun hasilnya, kontribusi untuk Jakarta harus terus diupayakan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan selalu membuka ruang bagi anak muda untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Pada malam final Pemilihan Abang dan None Jakarta 2026, Herve Pierre Sidarta, wakil Jakarta Selatan, terpilih sebagai Abang Jakarta 2026. Sementara itu, Citra, wakil Jakarta Timur, terpilih sebagai None Jakarta 2026.

Keduanya kini membawa tanggung jawab baru: bukan hanya mengenakan selempang sebagai tanda kemenangan, tetapi turut menceritakan Jakarta kepada generasi yang lebih luas sebuah kota yang tengah melangkah menuju usia lima abad tanpa melupakan akar yang membentuknya.|Sumber Dinas Kominfotik.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan