banner 728x250

Zikir Kebangsaan di Istiqlal, Pramono Anung: Cinta Tanah Air Harus Menjadi Kekuatan Bersama

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Doa, zikir, dan kebersamaan lintas elemen bangsa menjadi bagian dari ikhtiar merawat persatuan Indonesia. Pesan itu mengemuka dalam Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri Bangsa dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8) malam.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai momentum kebangsaan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa para pendiri bangsa, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Indonesia.

banner 325x300

Acara yang mengusung tema “Meneguhkan Kembali Komitmen Bela Negara dan Cinta Tanah Air” itu dihadiri sekitar 5.000 jemaah. Hadir pula Habib Luthfi bin Yahya, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Sekjen PB Jatma Aswaja Helmy Faisal, serta sejumlah ulama, habaib, dan tokoh masyarakat.

Pramono menyampaikan apresiasi kepada Habib Luthfi yang memilih Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi kebangsaan yang mempertemukan nilai keagamaan dan semangat persatuan itu dapat kembali digelar di Jakarta pada tahun-tahun mendatang.

“Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Habib Luthfi telah memilih Jakarta sebagai tuan rumah acara ini. Mudah-mudahan tahun depan akan diadakan di sini lagi,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, menjaga kehidupan kebangsaan membutuhkan peran berbagai unsur. Tokoh agama memiliki posisi penting dalam menjaga nilai spiritual sekaligus membimbing umat. Pada saat yang sama, lembaga negara, TNI, dan Polri memiliki tanggung jawab memperkuat sinergi antara nilai keagamaan dan komitmen kebangsaan.

Kolaborasi juga perlu diperluas bersama organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Kelompok-kelompok tersebut dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam membangun persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Perhatian khusus juga diarahkan kepada generasi muda. Santri, mahasiswa, dan anak muda dipandang sebagai bagian penting dari mata rantai perjuangan bangsa sekaligus penentu arah Indonesia pada masa depan.

“Santri, mahasiswa, dan generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa, serta masyarakat umum bisa sebagai bagian dari kekuatan bangsa,” kata Pramono.

Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, zikir dan doa menjadi pengingat bahwa cinta tanah air bukan hanya sebuah slogan. Ia tumbuh dari kesediaan berbagai elemen bangsa untuk menjaga persatuan, saling menguatkan, dan merawat Indonesia bersama-sama.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan