banner 728x250

Saat Negeri Lain Raup Devisa dari Anggrek, Indonesia Dinilai Belum Serius

Rudy M. Mintarto. S alumnus Arsitektur Universitas Udayana Bali , berbagai pameran anggrek dunia demi menjaga kehormatan Indonesia di mata komunitas internasional.
banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co,id | Surabaya – Di tengah maraknya pameran anggrek internasional di Asia, Indonesia masih hadir lewat perjuangan individu. Salah satunya Rudy M. Mintarto, pecinta anggrek asal Surabaya yang selama 15 tahun konsisten membawa nama Indonesia ke berbagai pameran dunia.

Pada 29 Mei 2026, Rudy kembali berangkat ke Genting Highland, Malaysia, untuk mengikuti pameran anggrek internasional yang digelar pada 3-10 Juni 2026 di Resort World Awana.

banner 325x300

Dalam pameran tersebut, Rudy menghadirkan display seluas 32 meter persegi yang memadukan anggrek dengan budaya Indonesia seperti jaranan, tari remo, gandrung Banyuwangi, hingga nuansa arsitektur candi.

“Saya hanya ingin bendera merah putih tetap berkibar bersama negara lain dan dunia tahu anggrek Indonesia masih hidup,” kata Rudy saat ditemui di Surabaya.

Menurut Rudy, potensi anggrek Indonesia sebenarnya sangat besar. Namun hingga kini pemerintah belum menjadikan anggrek sebagai komoditas strategis penghasil devisa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 mencatat ekspor anggrek Indonesia hanya sekitar 38 ribu kilogram dengan nilai Rp 3,2 miliar. Angka tersebut jauh tertinggal dibanding Thailand dan Taiwan yang mampu meraup ratusan juta dolar AS dari industri anggrek.

“Yang lemah bukan kualitasnya, tapi keberpihakan politiknya,” ujarnya.

Rudy menilai petani anggrek di Indonesia masih dibebani regulasi ekspor yang rumit, termasuk aturan karantina dan CITES. Akibatnya banyak petani takut mengekspor hasil budidaya mereka.

Padahal di Thailand dan Taiwan, pemerintah aktif membantu riset, sertifikasi, hingga akses pasar internasional.

Selain regulasi, Indonesia juga dinilai belum memiliki branding kuat untuk anggrek nasional. Padahal Indonesia memiliki ribuan spesies anggrek langka yang diminati pasar dunia.

“Kalau regulasi dipermudah, petani anggrek Indonesia bisa berkembang cepat,” pungkasnya.

Jurnalis: Kelana Peterson
Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan