Intimate.co.id|JAKARTA— Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu fondasi pembangunan kota. Komitmen itu ditandai dengan pengukuhan 25 anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2026–2029 oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (5/8).
Pramono menegaskan, pergantian kepengurusan DKJ bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat peran kesenian dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing.
“Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan amanah dalam merawat kehidupan kesenian, kebudayaan, kreativitas, dan berbagai ekspresi budaya di Jakarta sebagai kota global,” ujar Pramono.
Sebanyak 25 anggota DKJ ditetapkan melalui Surat Keputusan Akademi Jakarta Nomor 2 Tahun 2026 dan terbagi ke dalam enam komite, yakni Film, Teater, Musik, Seni Rupa, Sastra, dan Tari.
Sebagai lembaga independen mitra pemerintah, DKJ memiliki mandat strategis menyusun kebijakan pembinaan dan pengembangan kesenian, merancang program tahunan, hingga melakukan supervisi terhadap penyelenggaraan kegiatan seni di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Peran tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2020 tentang Akademi Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta.
Menurut Pramono, keberadaan ekosistem seni yang sehat menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat internasional. Saat ini Jakarta berada di peringkat ke-71 dari 156 kota global dan menargetkan masuk ke jajaran 50 besar dunia pada 2030.
“Untuk menjadi top fifty, salah satu syarat pentingnya adalah ruang kesenian dan kebudayaan yang kuat. Karena itu, hubungan antara birokrasi, seniman, budayawan, dan pelaku ekonomi kreatif harus terus diperkuat,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kehidupan budaya, Pemprov DKI Jakarta telah memperluas pemanfaatan ruang publik bagi aktivitas seni. Sejumlah taman kini dibuka selama 24 jam, jam operasional perpustakaan diperpanjang hingga pukul 23.00 WIB, sementara museum melayani pengunjung hingga pukul 22.00 WIB.
Berbagai ruang publik juga dihidupkan melalui kegiatan lintas budaya dan lintas agama, mulai dari Christmas Carol, perayaan Paskah, Imlek, Waisak, hingga pawai ogoh-ogoh saat Nyepi. Menurut Pramono, langkah tersebut bertujuan memperluas ruang interaksi, kreativitas, sekaligus ekspresi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Pramono menitipkan tiga agenda utama kepada kepengurusan DKJ yang baru. Pertama, membangun ekosistem kesenian yang inklusif dan terbuka. Kedua, memperkuat seni dan budaya sebagai identitas sekaligus city branding Jakarta. Ketiga, memperluas kolaborasi antara DKJ, pemerintah, komunitas seni, serta pelaku ekonomi kreatif.
“Saya berharap Dewan Kesenian Jakarta mampu menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu ikon utama Jakarta. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan kota yang lebih bermakna, lebih nyaman, sekaligus semakin diperhitungkan di tingkat global,” ujar Pramono.
Sementara itu, Ketua Akademi Jakarta, Seno Gumira Ajidarma, berharap kepengurusan baru DKJ mampu menghadirkan ruang alternatif yang menjaga kebebasan berekspresi sekaligus melahirkan gagasan-gagasan kritis melalui karya seni.
“Di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan, kami berharap Dewan Kesenian Jakarta dapat menjadikan kesenian sebagai ruang yang menghadirkan kemerdekaan, kebebasan berekspresi, dan pemikiran yang mencerahkan,” kata Seno.
Susunan Anggota Dewan Kesenian Jakarta 2026–2029
Komite Film
Dewi Rachmy Kurniaty
Gelar Agryano Soemantry
Rumana Yunus Yamanie
Sigit Pradityo Soetjipto
Umi Lestari
Komite Teater
Akbar Yumni
Aulia Detha Amalia
Enny Yulyanti
Yustiansyah Lesmana
Komite Musik
Amar Aprizal
Ignatius Aditya
Mellody Arben
Muhammad Taufik
Komite Seni Rupa
Berto Tukan
Daniella Fiitria Praptono
Hilmi Faiq
Luthfan Nur Rochma
M. Ady Nugeraha
Komite Sastra
Dhianita Kusuma Pertiwi
Esha Tegar Putra
Martin Suryajaya
Komite Tari
Conni Retno Kusumawati
Densiel Prisma Y. Lebang
Kennya Rizki Rinonce
Siti Alisa Anjelira Fariza
Foto : Sumberv Dinas Kominfotik
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















