banner 728x250

ParaSuami Perkenalkan Diri Lewat “JAMED”, Suarakan Keresahan Sosia

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Industri musik Indonesia kembali kedatangan nama baru. ParaSuami, band yang diperkuat sejumlah mantan personel Funky Kopral, memperkenalkan identitas mereka melalui single perdana bertajuk “JAMED (Jaman Edan)”.

Meski menggunakan nama baru, ParaSuami bukanlah proyek yang dibangun dari nol. Para personelnya telah memiliki pengalaman panjang di industri musik Indonesia dan sebelumnya kerap menghasilkan karya serta bermain musik bersama.

banner 325x300

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal untuk membentuk ParaSuami sebagai wadah baru dalam berkarya.

“Alasan terbentuknya ParaSuami adalah agar para pecinta musik Indonesia bisa mendengarkan karya-karya yang sudah kami buat jauh sebelum project ini terbentuk,” kata mereka.

Menggambarkan “Jaman Edan”

Single “JAMED (Jaman Edan)” menjadi karya pembuka yang sekaligus memperlihatkan gagasan ParaSuami. Lagu tersebut lahir dari pengamatan para personel terhadap berbagai kondisi sosial yang terjadi di Indonesia.

“JAMED” merupakan kependekan dari “Jaman Edan”. Istilah tersebut mereka pilih untuk menggambarkan situasi yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini.

Salah satu keresahan yang dituangkan dalam lagu adalah persoalan amanah para pejabat publik. ParaSuami menyoroti fenomena ketika janji yang disampaikan saat kampanye atau ketika seseorang mencalonkan diri sebagai wakil rakyat tidak selalu berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Makna dari lagu JAMED itu sendiri memang relate dengan kondisi saat ini, di mana banyak pejabat yang tidak amanah atau tidak sesuai dengan janji-janji saat mereka kampanye atau mencalonkan diri sebagai wakil rakyat,” ujar mereka.

Keresahan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik. Bagi ParaSuami, lagu bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan apa yang mereka lihat dan rasakan di lingkungan sekitar.

Bermusik Mengikuti Rasa

Dalam bermusik, ParaSuami tidak ingin terpaku pada satu formula. Mereka memilih memainkan musik yang disukai dengan menyesuaikan karakter dan tema setiap lagu.

“Secara musikalitas, kami memainkan apa yang kami suka dengan menyesuaikan tema dari isi lagunya,” kata ParaSuami.

Pendekatan itu sekaligus memberi ruang bagi para personel untuk mengeksplorasi berbagai warna musik dan membangun identitas mereka sebagai band baru.

“JAMED” sendiri merupakan hasil kolaborasi Wisnu Pamungkas dan Fajarudin atau Fajar Gimbot. Wisnu Pamungkas menggarap musik, sedangkan lirik ditulis Fajarudin.

Ide lagu berangkat dari pengamatan terhadap kondisi sosial di tengah masyarakat. Apa yang mereka lihat dan rasakan kemudian diolah menjadi karya yang menjadi pernyataan awal ParaSuami.

Chemistry Lama, Nama Baru

Bagi ParaSuami, membangun kekompakan sebagai band baru bukan persoalan besar. Sebab, para personelnya telah cukup lama bermain musik bersama.

“Untuk tantangannya hampir tidak ada, karena kami memang sudah sering main bareng sebelum membentuk brand baru yaitu ParaSuami,” ujar mereka.

Pengalaman tersebut membuat proses membangun chemistry berlangsung relatif mudah. Nama ParaSuami memang baru, tetapi hubungan musikal di antara para personelnya telah terbentuk jauh sebelumnya.

Beradaptasi dengan Industri Musik

ParaSuami juga menyadari industri musik telah mengalami perubahan besar dibandingkan era 1990-an. Teknologi digital membuat proses produksi hingga distribusi musik kini berlangsung dengan cara yang berbeda.

Salah satu perubahan yang paling dirasakan adalah proses rekaman. Jika pada era 1990-an teknologi analog masih menjadi bagian penting dalam produksi musik, kini proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih mudah.

“Perkembangan musik saat ini memang jauh berbeda, mulai dari proses recording yang sekarang jauh lebih mudah dibanding era 90-an yang masih analog. Kami mencoba mengikuti apa yang terjadi di era saat ini agar tetap eksis dan terus beradaptasi,” kata mereka.

Bagi ParaSuami, mengikuti perubahan zaman menjadi bagian dari perjalanan untuk mempertahankan eksistensi tanpa kehilangan kebebasan dalam berkarya.

“JAMED” Jadi Langkah Awal

Kehadiran “JAMED (Jaman Edan)” menjadi langkah pertama ParaSuami untuk memperkenalkan identitas mereka kepada penikmat musik Indonesia.

Mereka ingin menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan isi hati, merespons berbagai persoalan di sekitar, sekaligus mengekspresikan gagasan melalui karya.

“JAMED menjadi awal bagi ParaSuami untuk memberitahu kepada pecinta musik Indonesia bahwa kami akan terus menyuarakan isi hati kami dan mengekspresikannya dalam bentuk karya musik,” ujar mereka.

Perjalanan ParaSuami tidak berhenti pada single perdana. Mereka telah menyiapkan karya berikutnya dan berencana merilis sebuah mini album.

“Rencana ke depan bakal ada single berikutnya dan kami akan merilis mini album. Semoga semuanya lancar dan terlaksana tanpa hambatan,” kata mereka.

Dengan pengalaman panjang para personelnya, identitas baru yang lebih bebas, serta keberanian mengangkat keresahan sosial ke dalam musik, ParaSuami membuka babak baru perjalanan mereka lewat “JAMED (Jaman Edan)”.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan