banner 728x250

Menpar: Industri MICE Bukan Sekadar Event, Tapi Penggerak Investasi dan Pariwisata Berkualitas

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA— Pemerintah terus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Asia Tenggara. Melalui penyelenggaraan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026, Kementerian Pariwisata mendorong kolaborasi lintas negara untuk meningkatkan daya saing industri business events yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat membuka SEABEF 2026 di Jakarta, Rabu (29/7), menegaskan bahwa industri business events kini tidak lagi sekadar menjadi penyelenggara pertemuan atau pameran, melainkan telah berkembang sebagai katalis investasi, inovasi, transfer pengetahuan, dan penciptaan nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi.

banner 325x300

Menurut Widiyanti, sektor MICE merupakan salah satu segmen terbesar dalam industri manajemen acara global dengan pangsa sekitar 30,75 persen pada 2024 dan nilai pasar yang diperkirakan mendekati 1,2 triliun dolar AS.

“Harapannya, Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai pusat business events di kawasan ASEAN sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi,” ujar Widiyanti.

Selama dua hari pelaksanaan, SEABEF 2026 membahas berbagai isu strategis, mulai dari harmonisasi kebijakan event di ASEAN, pengembangan destinasi berkelanjutan, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), pengembangan sport and entertainment events, peningkatan kualitas talenta industri, hingga strategi memenangkan bidding penyelenggaraan event internasional.

Untuk pertama kalinya, SEABEF digelar bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026. Ajang ini mempertemukan 98 peserta pameran dengan 220 hosted buyers dari berbagai negara melalui rangkaian business matching guna membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis baru.

Kementerian Pariwisata memproyeksikan nilai transaksi bisnis yang dihasilkan IBEM 2026 dapat mencapai sekitar Rp334 miliar dalam skenario optimistis.

Widiyanti menilai sinergi antara SEABEF dan IBEM akan memperkuat ekosistem business events nasional sekaligus memperluas kemitraan strategis antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah Kementerian Pariwisata dalam memperkuat ekosistem MICE nasional. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata yang ditopang akomodasi serta makanan dan minuman mencapai 13,14 persen, didukung peningkatan kunjungan 1,38 juta wisatawan mancanegara pada Mei 2026 serta sekitar 106 juta perjalanan wisata nusantara.

Airlangga menilai tren global menuju bleisure perpaduan perjalanan bisnis dan rekreasi menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk berkembang sebagai pusat MICE dunia. Ia mendorong penguatan destinasi unggulan seperti Borobudur, Prambanan, Garuda Wisnu Kencana, Taman Nasional Komodo, dan Danau Toba, disertai pemanfaatan AI, peningkatan konektivitas, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, menambahkan bahwa penyelenggaraan SEABEF bersama IBEM menjadi momentum memperluas jejaring internasional dan memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi business events unggulan di kawasan ASEAN.

Forum ini juga menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional dari berbagai organisasi dan pelaku industri MICE, termasuk Singapore Tourism Board, International Congress and Convention Association (ICCA), MCI Group, serta berbagai asosiasi dan perusahaan penyelenggara event dari kawasan Asia Tenggara.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan