Intimate.co.id|JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mendorong investasi sekaligus mempercepat pengembangan sektor pariwisata Indonesia.
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam Kesepahaman Bersama yang ditandatangani Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani di Kantor Danantara, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Widiyanti mengatakan, kerja sama tersebut mencerminkan kesamaan visi untuk membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini mencerminkan semangat kolaborasi serta kesamaan visi yang kuat dalam mendorong pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti.
Menurut dia, pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, sekaligus menciptakan nilai tambah hingga ke daerah.
Pada 2025, sektor pariwisata menghasilkan devisa sebesar 18,27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 305,4 triliun. Sektor ini juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja bagi 25,91 juta orang.
Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini menunjukkan resiliensi sektor pariwisata Indonesia yang tetap mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik,” kata Widiyanti.
Dorong investasi pariwisata
Widiyanti menilai kapasitas Kemenpar dan Danantara dapat saling melengkapi untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Dengan kapasitas pendanaan dan jangkauan investasinya, Danantara dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan destinasi, infrastruktur, serta ekosistem investasi pariwisata.
Adapun ruang lingkup Kesepahaman Bersama meliputi pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan destinasi serta sarana dan prasarana pariwisata.
Kerja sama juga mencakup pengembangan produk pariwisata minat khusus, industri dan investasi pariwisata, pemasaran di dalam dan luar negeri, hingga dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan pariwisata.
Widiyanti berharap kesepahaman tersebut tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kesepahaman ini dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Danantara bidik wisatawan tinggal lebih lama
Rosan Roeslani mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan efek berganda terhadap berbagai industri.
Menurut Rosan, peluang kolaborasi antara Danantara dan Kemenpar dapat mencakup pengembangan hotel-hotel di bawah naungan InJourney. Pengembangan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong mereka tinggal lebih lama di suatu destinasi.
Kolaborasi juga dapat dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan pariwisata, termasuk konser artis internasional.
Kegiatan semacam itu dinilai dapat meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong perputaran ekonomi dari aktivitas wisata.
“Sehingga tidak hanya kuantitas, tetapi yang juga penting adalah wisatawan dapat stay lebih lama dan spending lebih besar sehingga memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian, tidak hanya di daerah tetapi juga secara nasional,” kata Rosan.
Rosan berharap Kesepahaman Bersama tersebut menjadi fondasi bagi pelaksanaan berbagai program konkret antara Danantara dan Kemenpar.
“Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap langkah awal ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan terhadap perekonomian kita ke depan,” ucapnya.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















