banner 728x250

Guruh Sukarno putra Satukan Seni, Budaya dan Sains untuk Anak Penyintas Kanker

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co,id | JAKARTA – Seni tidak selalu berhenti di atas panggung. Bagi maestro seni dan budaya Guruh Sukarno putra, seni juga dapat menjadi medium perjuangan sekaligus sarana membangun kepedulian sosial.

banner 325x300

Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan “UNTUK INDONESIA”, sebuah pertunjukan seni yang dirancang sebagai ajang penggalangan dana bagi anak-anak penyintas kanker.

Program tersebut merupakan kolaborasi Guruh Soekarnoputra dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) dan Celltech Stem Cell Centre yang dipimpin Prof. Dr. Deby Vinski MScAA PhD.

Kegiatan akan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan. Selain penggalangan dana, acara tersebut sekaligus menandai peluncuran Paduan Suara Gema Indonesia, kelompok paduan suara binaan Guruh.

Dalam jumpa pers di Hing Puri Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026), Guruh menegaskan bahwa keterlibatannya dalam Gema Indonesia tidak sebatas sebagai pembina.

Ia turun langsung dalam proses kreatif, termasuk mengarahkan koreografi, busana, tata rias hingga penggunaan konde bagi anggota perempuan.

Menurut Guruh, perhatian terhadap detail tersebut berkaitan dengan upayanya menjaga karakter seni pertunjukan yang memiliki akar budaya Indonesia.

“Insan seni dan budaya, seni harus menjadi alat perjuangan. Paduan suara ini juga menjadi alat perjuangan,” kata Guruh.

Wastra sebagai Identitas

Gema Indonesia juga memiliki pendekatan yang berbeda dalam proses latihannya. Para anggota dibiasakan menggunakan wastra Nusantara.

Bagi Guruh, penggunaan wastra merupakan bagian dari pendidikan budaya yang dilakukan melalui praktik langsung, bukan sekadar simbol dalam sebuah pertunjukan.

“Ini salah satu wujud nyata kepedulian kami terhadap seni dan budaya Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, kegiatan tersebut membawa misi kemanusiaan. Guruh berharap penggalangan dana yang dilakukan dapat memperoleh dukungan luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak penyintas kanker.

Ia menilai perhatian kepada anak-anak merupakan investasi sosial bagi masa depan bangsa.

“Dari lahir hingga dewasa, mereka akan menjadi generasi bangsa. Karena itu, kita harus memberikan perhatian,” ujar Guruh.

Prof Deby: Kesehatan Tidak Hanya Bicara Medis

Kolaborasi itu juga mempertemukan perspektif seni dengan sains kesehatan.

Prof. Dr. Deby Vinski menyatakan dirinya merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Guruh Soekarnoputra. Menurut dia, upaya membangun generasi Indonesia yang sehat membutuhkan pendekatan yang lebih luas.

“Indonesia membutuhkan masa depan yang terang melalui anak-anak Indonesia yang sehat, bahagia, dan gembira,” kata Prof. Deby.

Sebagai pakar stem cell, Prof. Deby menjelaskan bahwa lingkungan dan gaya hidup dapat berhubungan dengan mekanisme biologis yang dikenal sebagai epigenetik, yakni proses yang memengaruhi ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA.

Menurut dia, aktivitas positif seperti musik, bernyanyi, berbagi kasih dan interaksi sosial dapat membantu membangun suasana hati, motivasi serta hubungan sosial yang lebih baik.

Namun, ia menekankan bahwa aktivitas seni tersebut ditempatkan sebagai bagian dari dukungan psikososial dan kualitas hidup, bukan sebagai pengganti penanganan medis kanker.

“Kontribusi terhadap masyarakat tidak hanya sebatas di laboratorium atau pelayanan medis kepada pasien, tetapi juga melalui aksi nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Prof. Deby juga mengapresiasi dukungan terhadap Yayasan Kanker Anak Indonesia dan kolaborasi dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Lelang Karya

Rangkaian kegiatan “UNTUK INDONESIA” juga akan diisi dengan lelang wastra karya Guruh Sukarno putra , wastra anak-anak penyintas kanker serta karya Ndara Pearls.

Hasil lelang akan disalurkan melalui Yayasan Kanker Anak Indonesia.

Acara yang digelar Elang Production di bawah naungan Ai Syarif, Gamal Putra dan Patria Mulyadi ini menghadirkan sejumlah nama dari dunia musik dan seni.

Marcell Siahaan, Gema Indonesia, Kinarya GSP, Putri GSP, I Ketut Gunawan Sandika serta para Gadis Sampul Starrisya Andhita, Fae Bernice Robin Jane Callista dan Kaçamelyv Prakaça dijadwalkan tampil.

Penata musik dipercayakan kepada Willy Aviantara, sementara Soraya Haque dan Ai Syarif menjadi pembawa acara.

Melalui pertemuan antara seni, budaya, sains dan filantropi tersebut, Guruh berharap gerakan “UNTUK INDONESIA” dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih luas.

 

Jurnalis: KelanaPeterson            Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan