Intimate.co.id|JAKARTA — Rumah bagi sebagian orang mungkin hanya berarti tempat untuk pulang. Namun, bagi anak-anak di Rumah Istimewa, rumah memiliki makna yang jauh lebih dalam: tempat untuk merasa aman, diterima, dan dicintai.
Makna itulah yang coba dihadirkan film Istimewa, karya produksi Kairos Film yang mulai tayang serentak di bioskop Indonesia, Kamis (17/9/2026).
Film ini mengikuti perjalanan Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul dalam mencari sosok yang mereka cintai, Pak Mahendra, yang diperankan Mathias Muchus.
Bagi mereka, Pak Mahendra bukan sekadar figur ayah. Ia adalah tempat berteduh ketika dunia terasa tidak mudah.
Namun, ketika sang ayah jatuh sakit, rasa takut kehilangan mulai menghampiri. Dalam potongan adegan terbaru yang dirilis menjelang penayangan, tangis anak-anak menjadi gambaran tentang betapa besar arti kehadiran seseorang dalam kehidupan mereka.
Di titik inilah Istimewa tidak semata-mata berbicara tentang perjalanan mencari seorang ayah. Film ini mengajak penonton melihat kembali arti keluarga.
Keluarga, seperti digambarkan dalam film tersebut, tidak selalu lahir dari hubungan darah. Ia bisa tumbuh dari orang-orang yang memilih untuk hadir, menjaga, menerima, dan bertahan bersama ketika keadaan menjadi sulit.
Bukan Sekadar Film
Bagi Abdullah Mansuri, produser Istimewa, perjalanan film ini juga memiliki tujuan yang lebih jauh daripada sekadar menghadirkan tontonan di bioskop.
Mansuri telah mengikuti perjalanan teman-teman Istimewa dalam waktu panjang. Karena itu, film ini baginya merupakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar dapat tumbuh, berkarya, dan memperlihatkan diri sebagai manusia dengan cerita masing-masing.
“Saya punya janji. Kalau Istimewa bisa mencapai satu juta penonton, saya ingin membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi di Indonesia,” ujar Abdullah Mansuri.
Menurut dia, film tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai cerita di layar lebar. Pencapaian satu juta penonton ingin dijadikan momentum untuk menghadirkan ruang nyata yang aman dan inklusif bagi teman-teman Istimewa di berbagai daerah.
Janji tersebut sekaligus memberi dimensi lain pada perjalanan Istimewa. Jumlah penonton tidak hanya dipandang sebagai pencapaian komersial sebuah film, tetapi juga sebagai kemungkinan untuk membuka lebih banyak ruang bagi mereka yang membutuhkan tempat untuk tumbuh dan berkarya.
Keluarga yang Dipilih
Mathias Muchus, pemeran Pak Mahendra, mengaku tertarik dengan ketulusan yang menjadi napas cerita Istimewa.
Baginya, hubungan Pak Mahendra dengan anak-anak dalam film tersebut memperlihatkan bahwa keluarga dapat memiliki arti yang lebih luas.
“Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih untuk menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan,” kata Mathias.
Sementara Ruben Adrian melihat proses bersama para pemeran anak sebagai pengalaman penting dalam membangun karakter.
Sejak awal, menurut Ruben, Istimewa ingin menjadi film yang dapat dinikmati berbagai kalangan sekaligus membuka cara pandang baru terhadap anak-anak yang selama ini mungkin lebih sering dilihat dari keterbatasannya.
“Ada tawa, ada petualangan, ada momen-momen yang hangat, tetapi di saat yang sama penonton juga diajak mengenal anak-anak ini sebagai manusia yang utuh,” ujarnya.
Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul pun tidak ditempatkan hanya sebagai karakter yang membutuhkan belas kasihan. Mereka hadir dengan kepribadian, mimpi, pilihan, keberanian, persahabatan, dan cerita masing-masing.
Perjalanan mereka mencari sang ayah akhirnya menjadi perjalanan tentang kehilangan sekaligus penerimaan.
Tentang keberanian menghadapi perubahan.
Dan tentang satu hal sederhana yang mungkin sering terlupakan: rumah bukan selalu soal tempat, melainkan tentang siapa yang memilih untuk tetap ada.
Film Istimewa tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.
Jika target satu juta penonton tercapai, janji Abdullah Mansuri untuk membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi pun akan memasuki babak baru membawa cerita dari layar lebar menuju ruang nyata bagi mereka yang membutuhkan tempat untuk pulang.[]
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















