banner 728x250

Desember Jani: Ketika Keluarga Tak Sempurna Memilih untuk Kembali Mencoba

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Sebuah keluarga tak selalu hadir dalam bentuk yang sempurna. Ada cinta yang sulit diucapkan, kerinduan yang disimpan, hingga jarak emosional yang tumbuh tanpa disadari. Kisah semacam itulah yang coba dihadirkan Palari Films melalui film terbaru mereka, Desember Jani.

Palari Films memperkenalkan teaser trailer Desember Jani dalam media gathering di ForkSteel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026). Film ini mengangkat dinamika sebuah keluarga yang terdiri dari empat perempuan dari tiga generasi: Oma, Mama, serta dua remaja putri sebagai kakak dan adik.

banner 325x300

Dalam teaser, Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu yang tinggal bersama anak keduanya, Jani (Chempa Puteri), dan ibunya, Oma (Tutie Kirana). Sementara itu, anak pertamanya, Julia (Hyori Mika), memilih pergi dari rumah.

Kepergian Julia membuat Winnie berhadapan dengan rasa tanggung jawab sekaligus pergulatan emosional sebagai seorang ibu. Di tengah hubungan yang tidak selalu mudah, masing-masing perempuan dalam keluarga tersebut harus berhadapan dengan perasaan, pilihan, dan cara mereka sendiri dalam memaknai cinta.

“Desember Jani adalah film tentang sebuah keluarga yang tidak sempurna tapi masih mau mencoba. Bagaimana hubungan keluarga yang terkadang tidak selalu bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan,” ujar sutradara Ariani Darmawan.

Menurut Ariani, keberanian untuk berbicara secara jujur menjadi salah satu pintu untuk memperbaiki hubungan yang renggang.

“Rasanya berbicara jujur apa adanya, mungkin cara terbaik untuk mendekatkan kembali satu sama lain,” katanya.

Ketika Perempuan Berada di Balik dan di Depan Kamera

Desember Jani menjadi proyek yang seluruh proses kreatif utamanya digawangi perempuan. Film ini disutradarai Ariani Darmawan, yang kembali ke dunia perfilman setelah cukup lama hiatus.

Di kursi produser ada Meiske Taurisia, sementara novelis Cyntha Hariadi menjalani debutnya sebagai penulis skenario. Jajaran pemainnya pun seluruhnya perempuan, yakni Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.

Keterlibatan perempuan semakin kuat dengan bergabungnya Luna Maya sebagai produser eksekutif.

Bagi Luna, Desember Jani menawarkan warna berbeda dalam perfilman Indonesia sekaligus menjadi pengalaman baru baginya.

“Saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari produser eksekutif film Desember Jani. Sebuah film dengan warna lain yang hangat dari Palari Films, yang selama ini selalu menjaga kualitas filmnya di bioskop, dan berdaya saing di festival film internasional,” ujar Luna.

“Saya juga bangga menjadi bagian dari All Women Project ini,” lanjutnya.

Sisterhood dalam “Kopi Kaleng”

Selain teaser trailer, Palari Films merilis video musik lagu tema film, Kopi Kaleng. Lagu ciptaan Harlan Boer tersebut diaransemen ulang dan dibawakan oleh dua pemeran film, Hyori Mika dan Chempa Puteri.

Menariknya, video musik tersebut disutradarai sekaligus disunting oleh Hyori Mika. Visualnya memperlihatkan relasi sisterhood yang kompak dan hangat antara Julia dan Jani.

Di balik hubungan yang penuh dinamika dalam cerita film, lagu tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan sisi lain hubungan kakak-adik yang masih menyimpan kehangatan.

Bagi Meiske Taurisia, hubungan keluarga menjadi semakin penting di tengah dunia yang membuat ruang interaksi semakin luas, termasuk melalui ruang digital.

“Saat ruang interaksi semakin luas dan tak berbatas, termasuk dunia digital, maka kemampuan ‘berbicara’ dan ‘mendengarkan’ adalah the muscle we need to exercise,” kata Meiske.

Menurut dia, keluarga semestinya menjadi tempat pertama bagi anak dan remaja untuk belajar berbicara sekaligus mendengarkan. Namun, keluarga Jani justru memperlihatkan bahwa kehidupan keluarga tidak pernah benar-benar ideal.

“Sayangnya keluarga tak pernah ideal, tidak terkecuali keluarga Jani,” ujarnya.

Bandung sebagai Napas Cerita

Seluruh proses pengambilan gambar Desember Jani dilakukan di Bandung. Kota tersebut bukan sekadar latar, tetapi menjadi bagian dari napas kreatif film.

Keselarasan itu pula yang mempertemukan Desember Jani dengan ForkSteel, restoran bergaya industrial yang baru membuka cabang di Kuningan, Jakarta Selatan, dan merupakan bagian dari ekosistem grup F&B asal Bandung, Fork.

Tema keluarga dalam Desember Jani terasa dekat dengan keseharian banyak keluarga Indonesia. Film ini menyentuh persoalan jarak emosional antargenerasi, cinta yang kerap hadir dalam diam, serta keberanian untuk membuka kembali pintu hubungan yang sempat tertutup.

Sigi Wimala melihat kisah tersebut sebagai gambaran kompleksnya emosi yang dapat hidup bersamaan dalam sebuah keluarga.

“Tidak semua yang pergi benar-benar hilang,” ujar Sigi.

Menurut dia, kepergian seseorang tidak selalu berarti akhir dari sebuah hubungan. Ada kemungkinan bahwa jarak hanya bersifat sementara.

“Apa yang terjadi di keluarga ini adalah bentuk ekspresi cinta, dengan berbagai layer dan kompleksitas. Gengsi tapi rindu, namun lebih baik tidak bertemu. Semua itu rasanya ada di dalam keluarga dan itu yang tetap menjadikannya sebuah keluarga,” katanya.

Dengan segala lapisan emosi tersebut, Desember Jani bersiap membawa kisah empat perempuan dari tiga generasi ke layar lebar. Film produksi Palari Films ini dijadwalkan tayang di bioskop pada akhir 2026.[]

Penulis : DaBon|Editor : KelanaPeterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan