banner 728x250

Liga Jakarta U17  Piala Gubernur 2026 Makin Panas, Farama dan Mavericks Menang Tipis di Lapangan PSF Pancoran

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Putaran Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 mulai memasuki fase ketika setiap pertandingan terasa semakin penting. Di Lapangan Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Minggu (13/9), perubahan permainan terlihat dari dua laga yang berlangsung ketat dan penuh determinasi.

Cuaca panas dengan suhu sekitar 30 derajat Celsius tidak mengendurkan semangat para pemain. Sebaliknya, kedua pertandingan justru memperlihatkan bagaimana para pemain muda mulai berani bermain lebih keras untuk mendapatkan hasil.

banner 325x300

Pada laga pertama, Farama FC mengalahkan Tunas Betawi dengan skor 1-0 di Lapangan 2 sintetis. Pertandingan dimulai pukul 10.10 WIB dan berlangsung 2 x 35 menit.

Gol tunggal Farama dicetak Zibran Ar Rasyid (8) pada menit ke-13. Tembakan akurat Zibran membuat kiper Tunas Betawi, Daffa Al Ghifari, tidak mampu menghalau bola.

Setelah gol tersebut, Tunas Betawi berusaha meningkatkan tekanan. Namun, Farama mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan selesai.

Laga yang dipimpin wasit Ilyas dengan asisten wasit Soleh dan Sigit itu juga berlangsung dalam tensi tinggi. Enam kartu kuning dikeluarkan, empat untuk Farama FC dan dua untuk Tunas Betawi.

Dari Farama, kartu kuning diberikan kepada Revan Matthew Dalenoh (38) menit ke-3, Ramadan R Hasan (34) menit ke-30, Muhammad Hikmal (14) menit ke-39, dan Jones Anugrah Kirimin menit ke-56.

Sementara Tunas Betawi menerima kartu kuning melalui Berlian Ananda Salim (7) menit ke-40 dan Akbar Dwi Febrian Tino (23) menit ke-48.

Farama Mulai Membaca Peta Persaingan

Coach Farama FC Ramdani menilai kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. Tunas Betawi disebut memberikan perlawanan maksimal karena sama-sama membutuhkan kemenangan.

Bagi Farama, pertandingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses membaca kekuatan lawan setelah menjalani tujuh pertandingan pada putaran pertama.

“Di putaran pertama ini kita sudah menghadapi semua tujuh lawan. Dari situ kita bisa memetakan bagaimana kita menghadapi setiap tim,” ujar Ramdani.

Ia mengatakan, beberapa tim masih membutuhkan pendekatan berbeda. Salah satunya Pemuda Jaya yang dinilai perlu dihadapi dengan perubahan taktik ketika kembali bertemu pada putaran kedua.

Ramdani juga menyoroti penyelesaian akhir yang masih menjadi pekerjaan rumah. Menurut dia, Farama sebenarnya mampu menguasai permainan pada babak kedua, tetapi peluang yang diperoleh belum seluruhnya dapat dikonversi menjadi gol.

“Babak kedua kita hampir menguasai permainan. Tetapi penyelesaian akhir masih menjadi evaluasi untuk putaran kedua,” katanya.

Farama juga mulai menyiapkan diri menghadapi agenda Soeratin Banten yang dijadwalkan berlangsung mulai 26 September.

Target Farama di Liga Jakarta U17 pun cukup jelas, yakni berusaha menembus delapan besar.

Mavericks Ikuti Jejak Farama

Persaingan sengit berlanjut pada pertandingan kedua. PSF Academy menghadapi Mavericks pada pukul 12.10 WIB di Lapangan 2.

Dalam kondisi panas yang cukup melelahkan, kedua tim tampil ngotot. Mavericks akhirnya mengamankan tiga poin setelah menang tipis 1-0.

Gol kemenangan Mavericks dicetak Muhammad Aqso F (7) pada menit ke-18.

Manajer Mavericks Syafri Aslan mengapresiasi perjuangan pemainnya yang mampu mempertahankan keunggulan sampai akhir pertandingan. Namun, ia juga mengaku kecewa terhadap kepemimpinan wasit Soleh yang dinilainya kurang cermat melihat sejumlah pelanggaran.

“Saya agak kecewa sedikit karena wasit dinilai kurang cermat. Tetapi saya tetap mengapresiasi permainan anak-anak yang luar biasa sehingga kami bisa memenangkan pertandingan,” ujar Syafri.

Mavericks VS PSF Academy dengan Skor Tipis 1-0

Wasit Soleh memberikan dua kartu kuning kepada Mavericks, masing-masing untuk Muhammad Fauzan (15) pada menit ke-14 dan Muhammad Ibnu Abidal (25) pada menit ke-65.

Dua pemain PSF Academy juga mendapat kartu kuning, yakni Zhafran Valdiano Akbar (12) pada menit ke-8 dan M. Ulin Rahman Lubis (21) pada menit ke-66.

Dua kemenangan tipis tersebut memperlihatkan wajah Liga Jakarta U17 yang semakin kompetitif. Tidak ada lagi ruang bagi tim untuk bermain setengah hati. Setiap kesalahan bisa berujung gol, sementara setiap peluang menjadi begitu berharga.

Lebih dari sekadar perebutan angka, kompetisi ini menjadi ruang bagi pemain muda untuk belajar menghadapi tekanan pertandingan, membaca karakter lawan, sekaligus membangun mental kompetitif.

Di Lapangan PSF Pancoran, proses itu terus berlangsung. Radio Bola dan PSF Group mencoba menghadirkan kompetisi yang tidak hanya mengejar skor akhir, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi generasi muda sepak bola Jakarta.

Dari kompetisi seperti inilah, talenta muda mendapat kesempatan untuk ditempa secara rutin bukan hanya untuk menjadi pemain yang mampu menang hari ini, tetapi juga menjadi pesepak bola yang lebih siap menghadapi level berikutnya.|Foto : Prass

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan