Intimate.co.id|JAKARTA — Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Promosi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, merilis Majalah KULTUR: Kekuatan Megadiversitas Indonesia Volume III edisi Juli 2026.
Majalah KULTUR hadir sebagai media berkala yang memperkenalkan kekayaan kebudayaan dari berbagai penjuru Nusantara. Tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan budaya, majalah ini juga diarahkan untuk memperkuat jejaring diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
Mengusung visual yang menarik dan ulasan mendalam, edisi ketiga KULTUR mengajak pembaca menyusuri beragam wajah kebudayaan Indonesia, mulai dari jejak manusia purba dan tradisi masyarakat hingga perkembangan musik serta tantangan pelestarian bahasa daerah.
Dari panggung budaya internasional, KULTUR mengulas partisipasi Indonesia dalam Biennale Venesia 2026 serta perjalanan musik dangdut yang semakin dikenal di luar negeri. Sementara dari sisi museum dan diplomasi budaya, pembaca diajak melihat penerapan estetika kontemporer di Museum Kartini dan kiprah Rumah Budaya Indonesia dalam memperkenalkan Indonesia di mancanegara.
Kekayaan seni pertunjukan dan tradisi tekstil Nusantara turut menjadi perhatian. Edisi ini mengangkat drama tari Langendriyan sekaligus menyuarakan kegelisahan atas semakin tergerusnya tradisi tenun ikat Sumba.
Perjalanan budaya kemudian bergerak ke jejak sejarah dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Pembaca diajak mengenal fosil manusia purba di So’a, Flores, memahami tradisi penghormatan dalam Upacara Tepung Cai di Bojong Koneng, hingga mencicipi kekayaan kuliner melalui kisah Bakmi Jawa Gunungkidul.
KULTUR juga menyingkap rekam jejak situs rahasia haji pada era kolonial di Pulau Onrust serta kekayaan kawasan megalitikum Lore-Lindu di Sulawesi. Berbagai kisah tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan Indonesia tidak hanya hidup dalam kesenian, tetapi juga melekat pada lanskap, sejarah, tradisi, makanan, dan kehidupan masyarakat.
Isu pelestarian menjadi bagian penting dalam edisi ini. Salah satunya melalui pembahasan mengenai strategi penyelamatan bahasa Suwawa di Gorontalo yang menghadapi ancaman kepunahan. KULTUR juga mengulas tantangan dan dinamika sensor dalam industri film nasional.
Pada bagian lain, pembaca diperkenalkan dengan sosok maestro tutur yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat tradisi lisan. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan kebudayaan sangat bergantung pada mereka yang terus menuturkan, mengajarkan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Melalui Volume III, Majalah KULTUR tidak sekadar menghadirkan kumpulan cerita tentang kebudayaan. Majalah ini menjadi jendela untuk melihat betapa luas dan beragamnya identitas Indonesia—dari warisan prasejarah hingga ekspresi budaya kontemporer, dari panggung lokal hingga percakapan internasional.
Edisi digital Majalah KULTUR Volume III dapat diunduh melalui repositori Kementerian Kebudayaan.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributot : Intimate.co.id


















