Intimate.co.id|JAKARTA— Ada yang berubah dari Tiket ketika band pop-rock yang berdiri sejak 2000 itu naik panggung di hari terakhir Jakarta Coffee Festival (JCF) 2026, Minggu (23/8). Di tengah riuh festival di Urban Forest, Cipete, Jakarta Selatan, Tiket memperkenalkan suara baru: Rifqi FTR.
Kehadiran Rifqi menandai babak baru perjalanan Tiket. Ia mengisi posisi vokal bersama Brian Kresna Putro (drum), Opet Alatas (bass), dan Arden Wiebowo (gitar), menghadirkan energi berbeda tanpa meninggalkan karakter musik yang selama ini melekat pada nama Tiket.
Panggung JCF menjadi ruang perkenalan yang tepat. Lagu-lagu yang membesarkan nama Tiket, seperti “Hai Bintang”, “Biar Cinta”, “Baby I’m Sorry”, “Abadilah”, hingga “Hanya Kamu yang Bisa”, kembali mengalun dengan warna vokal yang lebih segar.
Bagi penonton yang tumbuh bersama musik Tiket pada era 2000-an, repertoar tersebut menghadirkan nostalgia. Namun bagi generasi yang lebih muda, penampilan itu menjadi perkenalan terhadap katalog musik Tiket dalam kemasan yang lebih baru.
Brian Kresna Putro menyebut kehadiran Rifqi bukan sekadar pergantian formasi, melainkan bagian dari perjalanan panjang Tiket untuk terus bergerak.
“Musik itu perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kehadiran Rifqi membawa semangat segar sekaligus menjaga ruh lama Tiket,” ujar Brian.
Menurut dia, penampilan di JCF menjadi momentum untuk memperkenalkan formasi baru sekaligus merayakan fase baru perjalanan band.
Opet Alatas menambahkan, perubahan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan musik Tiket. Ia menilai karakter vokal Rifqi memiliki ruang untuk menyatu dengan warna musikal band.
“Sejak awal, kami percaya musik harus terus berevolusi. Rifqi punya karakter vokal yang kuat dan mampu menyatu dengan warna musik Tiket,” kata Opet.
JCF 2026 yang berlangsung pada 21–23 Agustus mengusung tema “Brew and Beyond”. Festival yang digagas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta itu tidak hanya menyuguhkan pengalaman seputar kopi, tetapi juga mempertemukan musik, komunitas, dan gaya hidup di ruang terbuka Urban Forest Cipete.
Lebih dari 40 tenant kopi, workshop barista, seminar, serta pertunjukan musik menjadi bagian dari perhelatan yang menyedot perhatian ribuan pengunjung, terutama kalangan milenial dan Generasi Z.
Di antara berbagai penampilan musik, Tiket menjadi salah satu sorotan pada hari penutupan. Formasi baru mereka mempertemukan dua hal yang jarang benar-benar selesai dalam musik: nostalgia dan pembaruan.
Selain Tiket, JCF 2026 turut menghadirkan Kunto Aji, Barasuara, Matter Mos, Intisore, 1Tengah, Biru Baru, dan Namoy Budaya.
Bagi Tiket, panggung JCF bukan sekadar pertunjukan. Ia menjadi semacam penanda bahwa setelah lebih dari dua dekade, perjalanan sebuah band masih bisa menemukan suara baru tanpa harus kehilangan ingatan tentang dari mana semuanya bermula.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















