banner 728x250

Tunas Indonesia dan Rorotan United Berbagi Poin, Duel Liga Soertatin U-15 Piala Gubernur 2026 Berakhir 1-1

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Tunas Indonesia dan Rorotan United harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur 2026 di Lapangan PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).

Pertandingan di Lapangan 2 sintetis PSF Pancoran itu berlangsung dalam tempo cukup agresif. Kedua tim tampil saling menekan sepanjang dua babak yang masing-masing berdurasi 30 menit.

banner 325x300

Tunas Indonesia lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-20. Danish Salman Hariadi (11) melepaskan tendangan keras dan tajam yang gagal dibendung kiper Rorotan United, Muhammad Rasya Pratama.

Tertinggal satu gol tidak membuat Rorotan United kehilangan keberanian. Enam menit berselang, Fauzan Saputra (17) menyamakan kedudukan pada menit ke-28. Tendangannya membuat kiper Tunas Indonesia, Fahildan Zuhdi Afandi, tak mampu mengantisipasi bola.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Wasit Jawahir yang memimpin laga, dibantu asisten wasit Aceng dan Faisal, mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Tunas Indonesia. Kartu diberikan kepada Keenan Danish Putra (8) pada menit ke-13, Achmad Sudais pada menit ke-27, dan Radithya Keenan Nararya (20) pada menit ke-58.

Pelatih Tunas Indonesia Harry Adrian mengatakan, pertandingan tersebut menjadi pengalaman penting bagi sejumlah pemain yang baru bergabung. Ia menyebut kemampuan individu para pemain cukup baik, tetapi kerja sama tim masih perlu diperkuat.

“Secara skill oke, tetapi kerja sama belum padu. Ini pertandingan pertama mereka, jadi masih ada demam bertanding,” ujar Harry.

Harry juga menegaskan bahwa rotasi pemain menjadi bagian dari strateginya agar seluruh pemain mendapatkan jam terbang yang cukup. Baginya, kompetisi usia muda bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding kepada pemain.

Di kubu Rorotan United, pelatih kepala Saprual Azhar menilai anak asuhnya mampu menunjukkan perlawanan meski menghadapi pemain Tunas Indonesia yang dinilainya memiliki postur lebih unggul.

Saprual mengaku menginstruksikan pemainnya untuk segera merebut kembali bola ketika kehilangan penguasaan. Pola itu dinilai penting untuk menjaga tekanan sekaligus mengimbangi permainan lawan.

“Kami menekankan anak-anak untuk bermain cepat. Kalau kehilangan bola, harus segera kembali merebutnya,” kata Saprual.

Pengamat sekaligus talent scout Berti Tutuarima melihat kedua tim memiliki karakter berbeda. Menurut dia, Tunas Indonesia memiliki keunggulan postur, tetapi belum maksimal dalam membangun kerja sama antarpemain.

Sementara itu, Rorotan United yang diperkuat pemain dengan postur relatif lebih kecil justru memperlihatkan permainan yang lebih ngotot.

“Tunas Indonesia posturnya bagus, tetapi kerja samanya masih kurang. Rorotan pemainnya kecil-kecil, tetapi ngotot bermain,” ujar Berti.

Hasil imbang membuat kedua tim sama-sama membawa pulang satu poin dari pertandingan yang memperlihatkan semangat kompetisi sepak bola usia muda tersebut.|Foto : Prass

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan