banner 728x250

Dari Tumpukan Sampah Menuju Energi Masa Depan, Wapres Gibran Pastikan PSEL Palembang Segera Beroperasi

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|PALEMBANG – Tumpukan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan perkotaan perlahan dipersiapkan menjadi sumber energi baru. Di kawasan Jalan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, sebuah fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kini hampir rampung dibangun. Kamis (16/7/2026), Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, datang langsung meninjau proyek strategis nasional tersebut untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target.

Di tengah deretan bangunan dan instalasi pengolahan yang telah berdiri, Gibran mengamati perkembangan proyek yang diproyeksikan menjadi salah satu model pengelolaan sampah modern di Indonesia.

banner 325x300

Fasilitas ini bukan sekadar tempat mengolah limbah perkotaan, melainkan simbol perubahan cara pandang terhadap sampah—dari beban lingkungan menjadi sumber energi yang bernilai.
PSEL Palembang diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Wali Kota Palembang, H. Drs. Ratu Dewa, M.Si., mengatakan kunjungan Wakil Presiden membawa sejumlah arahan strategis, terutama mengenai penyelarasan regulasi agar proyek dapat segera memasuki tahap operasional.

Menurutnya, Gibran menekankan pentingnya proses transisi dari Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 menuju Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Perubahan tersebut mencakup mekanisme pembiayaan, kelembagaan, hingga percepatan penyelesaian pembangunan fisik.

“Beberapa hal yang menjadi penekanan dari Bapak Wakil Presiden adalah seluruh proses peralihan dari Perpres Nomor 35 Tahun 2018 ke Perpres Nomor 109 Tahun 2025, baik dari sisi pembiayaan, kelembagaan, maupun percepatan pembangunan fisik,” ujar Ratu Dewa.

Ia memastikan Pemerintah Kota Palembang akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, instansi teknis, hingga Danantara agar proses transisi regulasi tidak menghambat penyelesaian proyek.

Namun perhatian Wakil Presiden tidak berhenti pada aspek teknis pembangunan. Gibran juga mengingatkan bahwa keberadaan PSEL harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurut Ratu Dewa, proyek tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal, meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah, sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan sekitar.

“Beliau juga menekankan agar dampak ekonomi bagi masyarakat benar-benar diperhatikan, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, edukasi kepada masyarakat, hingga pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan proyek,” jelasnya.

Selain itu, akses menuju kawasan PSEL juga menjadi perhatian. Ratu Dewa mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Selatan agar pembangunan dan perbaikan jalan menuju lokasi menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi.

“Untuk jalan penghubung menuju lokasi ini, saya sudah berbicara dengan Pak Gubernur. Insya Allah akan menjadi prioritas pemerintah provinsi untuk dilakukan perbaikan sehingga akses menuju fasilitas ini semakin baik,” katanya.

Optimisme terhadap penyelesaian proyek pun semakin menguat. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan fisik PSEL telah menembus lebih dari 91 persen. Pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat segera memasuki tahap operasional setelah seluruh pekerjaan dan pengujian sistem diselesaikan.

Manager PT Indo Green Power, Satriawan Ming, menyebut dukungan pemerintah pusat maupun daerah menjadi modal penting dalam mempercepat penyelesaian proyek yang diproyeksikan sebagai percontohan nasional pengolahan sampah berbasis teknologi menjadi energi listrik.

“Karena ini menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah di Indonesia, Bapak Wakil Presiden meminta agar progres pembangunan terus ditingkatkan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” ujarnya.

Saat mulai beroperasi nanti, PSEL Palembang diharapkan menjadi wajah baru pengelolaan sampah di Indonesia. Dari setiap ton sampah yang masuk, bukan hanya persoalan lingkungan yang berkurang, tetapi juga energi bersih yang dihasilkan, lapangan kerja yang tercipta, serta harapan baru bagi kota yang ingin tumbuh lebih hijau, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan.

 

Jurnalis : Yanti

Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan