banner 728x250

56 Tahun Mengudara, Radio Camajaya FM Gandeng PWI Depok Bahas Hoaks, Media Sosial, dan Profesionalisme Wartawan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co,id | Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dibendung, literasi media menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Radio Camajaya 102,6 FM kembali menghadirkan program dialog interaktif “Ngobrol Bareng Santai Sore Camajaya” yang kali ini mengangkat tema seputar media sosial, hoaks, dan profesionalisme wartawan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok.

Program yang disiarkan langsung dari studio Radio Camajaya di kawasan Kayu Putih VI, Jakarta Timur, pada Sabtu (20/6/2026) itu menghadirkan wartawan senior bidang hiburan sekaligus anggota PWI Kota Depok, Musa Sanjaya, sebagai narasumber utama. Acara dipandu penyiar senior yang telah lama dikenal pendengar setia Camajaya FM, Mas Kelik.

banner 325x300

Sebagai salah satu radio yang telah mengudara selama lebih dari setengah abad, Camajaya FM terus berupaya mempertahankan eksistensinya dengan menghadirkan program-program yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat. Program “Ngobrol Bareng Santai Sore Camajaya” menjadi salah satu wadah dialog publik yang secara rutin membahas berbagai isu sosial, budaya, profesi, hingga fenomena yang sedang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam perbincangan yang berlangsung hangat selama satu jam tersebut, Musa Sanjaya menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam pola konsumsi informasi masyarakat sejak hadirnya media sosial. Menurutnya, kecepatan informasi yang ditawarkan berbagai platform digital memang memberikan kemudahan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan berupa maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Ia menilai masyarakat saat ini perlu memiliki kemampuan literasi digital yang lebih baik agar tidak mudah terjebak oleh informasi yang menyesatkan.

“Media sosial memberikan kemudahan luar biasa dalam mendapatkan informasi secara cepat. Namun, masyarakat juga harus memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya. Karena itu, penting untuk melakukan verifikasi dan pengecekan fakta sebelum membagikan informasi kepada orang lain,” kata Musa.

Menurutnya, fenomena penyebaran hoaks masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk di Kota Depok. Berbagai informasi palsu terkait bencana, kriminalitas, isu pemerintahan, hingga persoalan sosial kerap beredar melalui grup percakapan dan media sosial tanpa sumber yang jelas.

Kondisi tersebut, lanjut Musa, dapat memicu keresahan bahkan kesalahpahaman di tengah masyarakat apabila tidak segera diklarifikasi. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan mengutamakan sumber-sumber berita yang kredibel.

“Jangan mudah terpancing oleh judul yang provokatif atau informasi yang belum jelas asal-usulnya. Biasakan memeriksa sumber berita dan bandingkan dengan media massa yang sudah terverifikasi,” ujarnya.

Selain membahas fenomena media sosial, dialog juga mengupas tantangan profesi wartawan di era digital. Musa menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara kerja jurnalis secara signifikan. Kecepatan menjadi tuntutan, tetapi akurasi tetap harus menjadi prioritas utama.

Menurutnya, wartawan profesional tidak hanya dituntut mampu menulis berita dengan baik, tetapi juga harus memahami kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi data secara ketat, serta menjaga independensi dalam menjalankan tugas.

Dalam kesempatan itu, Musa turut menjelaskan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers.

“UKW menjadi standar yang penting bagi wartawan untuk mengukur kemampuan dan kompetensinya. Melalui UKW, wartawan dapat memahami tanggung jawab profesi, etika jurnalistik, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Depok Rusdy Nurdiansyah mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Radio Camajaya FM dan PWI Depok dalam menghadirkan program edukatif bagi masyarakat.

Menurut Rusdy, sinergi antara media penyiaran dan organisasi profesi wartawan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat sekaligus memperkuat literasi media di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya memperoleh informasi dari sumber yang terpercaya serta memahami proses jurnalistik yang benar.

Di sisi lain, Mas Kelik selaku host acara turut mengangkat berbagai fenomena yang sering menjadi perhatian publik, termasuk dinamika dunia jurnalistik, perkembangan media sosial, hingga isu-isu yang berkembang di Kota Depok.

Diskusi yang berlangsung santai namun berbobot tersebut mendapat respons positif dari para pendengar yang mengikuti siaran secara langsung maupun melalui platform digital Radio Camajaya FM.

Melalui program “Ngobrol Bareng Santai Sore Camajaya”, Radio Camajaya FM kembali menegaskan komitmennya sebagai media yang tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan dialog publik. Di usia ke-56 tahun pengabdiannya kepada masyarakat, Camajaya FM terus berupaya menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi informasi di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Jurnalis: Kelana Peterson Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan