banner 728x250

Wamenkomdigi: Indonesia Harus Bangun Compute Cluster agar Tak Sekadar Jadi Pengguna AI

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan pembangunan compute cluster nasional menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu bersaing dalam industri kecerdasan artifisial (AI) global. Menurutnya, Indonesia harus melangkah lebih jauh dengan membangun kapasitas komputasi yang kuat, sekaligus menyiapkan talenta digital yang kompetitif.

Hal itu disampaikan Nezar saat membuka acara Pertemuan dan Kolaborasi Menyatukan Inovasi, Mengakselerasi Perkembangan Ekosistem AI Nasional di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

banner 325x300

“Paling tidak ada dua strategi yang sangat penting. Yang pertama memperkuat posisi kita dalam pengembangan infrastruktur AI. Yang kedua adalah memperkuat posisi kita di compute cluster, termasuk memperkuat talenta digital Indonesia agar mampu bersaing dengan tantangan global,” ujar Nezar.

Ia menjelaskan, kebutuhan akan compute cluster semakin mendesak karena pengembangan AI modern sangat bergantung pada kapasitas komputasi berskala besar. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung untuk riset, pengembangan model AI, hingga lahirnya berbagai inovasi berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan di dalam negeri.

Menurut Nezar, penguatan infrastruktur komputasi harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem AI nasional. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi asing, tetapi juga mampu menjadi salah satu pemain penting dalam rantai nilai industri AI global.

“Kita jangan hanya menjadi pengguna, tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi significant player yang ikut menentukan arah adopsi teknologi AI di Indonesia,” tegasnya.

Nezar menambahkan, keberhasilan pengembangan AI tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi juga pada kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, akademisi, BUMN, komunitas, dan para inovator nasional.

Ia mengatakan, pengembangan AI telah menjadi salah satu prioritas dalam Visi Indonesia Digital 2045 dengan tiga sasaran utama, yakni menciptakan teknologi yang inklusif, memberdayakan ekosistem nasional, serta memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

“Kita tidak ingin hanya menjadi pasar atau pengguna. Kita ingin memperoleh posisi strategis dalam rantai nilai industri AI global,” katanya.

Menurut Nezar, Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan ambisi tersebut, mulai dari ketersediaan mineral kritis yang dibutuhkan industri AI, sumber energi untuk menopang infrastruktur digital, hingga bonus demografi yang menjadi sumber talenta digital masa depan.

Di tengah pesatnya perkembangan AI yang kini juga menjadi bagian dari persaingan geopolitik dunia, Nezar menilai Indonesia harus mampu membangun kekuatan nasional agar tetap tangguh sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mewujudkannya dalam kerja sama yang kuat dan kolaborasi yang sinergis sehingga Indonesia dapat membangun ekosistem AI yang inklusif, berdaya, dan berdaulat,” pungkasnya.|Foto : Kemkomdigi.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan