Intimate.co.id|JAKARTA — Mental pantang menyerah diperlihatkan Tunas Indonesia saat menundukkan UMS dengan skor 3-1 pada pekan keempat Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur 2026. Bertanding di Lapangan 2 Sintetis PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026) pukul 10.10 WIB, Tunas Indonesia mampu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal pada babak pertama.
UMS membuka keunggulan lebih dahulu melalui tendangan Muhammad Rizola Zanetti (18) pada menit ke-13 yang gagal diantisipasi kiper Tunas Indonesia, Fahildan Zuhdi Afandi. Gol tersebut membuat UMS tampil lebih percaya diri hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Tunas Indonesia, Harry Abrian, melakukan sejumlah perubahan strategi. Instruksi untuk mempercepat aliran bola dan meningkatkan tekanan kepada lawan terbukti mengubah jalannya pertandingan.
Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-27 ketika Muhammad Syahkhar (87) menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Momentum itu terus dijaga Tunas Indonesia hingga M. Alfasha Rizky Ramadhan (15) tampil sebagai pembeda lewat dua gol beruntun pada menit ke-39 dan ke-41 yang menaklukkan penjaga gawang UMS, Bana Arva Tsaqib Anubhawa.
Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan tersebut menjadi bukti kemampuan Tunas Indonesia bangkit setelah tertinggal dan memperlihatkan perkembangan permainan yang semakin matang.
Official Radio Bola, Taufik Effendi, menilai kualitas permainan kedua tim mengalami peningkatan dibanding pekan-pekan sebelumnya. Menurut dia, evaluasi melalui analisis pertandingan mulai memberikan dampak nyata terhadap performa para pemain.
“Anak-anak bermain lebih baik. Kami masih menggunakan analisis secara manual, tetapi data tentang kesalahan passing, crossing, hingga kehilangan bola sangat membantu proses evaluasi. Mereka jadi lebih termotivasi untuk memperbaiki permainan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan kondisi fisik para peserta Liga Soeratin U-15. Menurutnya, pertandingan yang digelar secara teratur membuat tim pelatih lebih mudah memantau kemajuan pemain dari pekan ke pekan.
Pandangan senada disampaikan talent scout Berty Tutuarima. Ia melihat perubahan paling mencolok terjadi setelah jeda pertandingan. “Instruksi pelatih pada babak kedua berjalan dengan baik. Permainan Tunas Indonesia menjadi lebih lepas, pergerakan bola lebih cepat, dan mereka mampu menekan pertahanan lawan,” katanya.
Sementara itu, pelatih Tunas Indonesia, Harry Abrian, mengakui timnya sempat kehilangan semangat pada babak pertama karena memberi kesempatan bermain kepada sejumlah pemain lapis kedua. Namun, pergantian pemain dan evaluasi saat turun minum membuat permainan tim berubah drastis.
“Kami ingin seluruh pemain memiliki level yang sama. Evaluasi akan terus dilakukan agar kualitas latihan meningkat. Tantangan kami adalah waktu latihan yang terbatas karena anak-anak juga harus menjalani aktivitas sekolah. Harapannya, tim utama dan tim kedua bisa berkembang bersama melalui latihan yang lebih disiplin,” ujar Harry.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Tunas Indonesia untuk menatap pertandingan berikutnya, sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan usia dini membutuhkan proses evaluasi yang berkelanjutan, disiplin latihan, dan keberanian melakukan perubahan strategi di tengah pertandingan.|Foto : Prass
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















